
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan keyakinannya bahwa Bank Jakarta siap melaksanakan initial public offering (IPO) pada tahun 2027, dengan dukungan penguatan budaya kerja, profesionalisme, dan kesiapan fundamental perusahaan.
"Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan budaya perusahaan menjadi fondasi utama bagi transformasi Bank Jakarta menuju perusahaan terbuka yang profesional dan kompetitif.
Budaya Kerja dan Profesionalisme Jadi Kunci
Menurut Pramono, budaya kerja yang kuat sangat menentukan arah dan kualitas kinerja Bank Jakarta, terutama dalam menghadapi tuntutan transparansi publik dan pasar modal.
Ia juga menekankan pentingnya membangun tim kerja yang solid melalui pendekatan kerja cerdas (work smart), bukan sekadar kerja keras.
"Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, tidak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart," ujarnya.
Pramono juga meminta manajemen Bank Jakarta untuk menjunjung tinggi profesionalisme dengan meningkatkan efisiensi serta memangkas birokrasi yang berlebihan.
Menurutnya, birokrasi yang tumbuh dalam entitas bisnis akan menurunkan daya saing dan merusak kepercayaan publik, yang merupakan kunci utama dalam dunia usaha.
Ia berharap Bank Jakarta dapat memperluas basis nasabah secara signifikan dan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemilik.
Tiga Inisiatif Strategis Menuju IPO
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menyampaikan bahwa manajemen siap menindaklanjuti arahan Gubernur melalui penguatan budaya perusahaan dan persiapan konkret menuju proses IPO.
"Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026," ungkapnya.
Inisiatif strategis pertama adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang lebih andal, mencakup:
Pengembangan dua pusat data (data center) modern
Perbaikan sistem inti perbankan
Penguatan sistem keamanan siber
Seluruh proses ini ditargetkan rampung pada September 2026.
Inisiatif kedua adalah pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru yang:
Dirancang lebih aman, cepat, dan efisien
Disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta
Ditargetkan meluncur pada Juni 2026 setelah memenuhi ketentuan regulator
Inisiatif ketiga adalah penguatan portofolio produk dengan mempersiapkan peluncuran Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru dan melengkapi ekosistem transaksi nasabah.
- Penulis :
- Gerry Eka







