Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

KKP Perkuat SDM Kelautan dan Perikanan Lewat Kolaborasi Pelatihan Dukung Ekonomi Biru

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KKP Perkuat SDM Kelautan dan Perikanan Lewat Kolaborasi Pelatihan Dukung Ekonomi Biru
Foto: Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta menyampaikan paparan dalam Pertemuan Nasional Mitra Pembangunan di Kantor KKP, Jakarta, Senin 26/1/2026 (sumber: ANTARA/Shofi Ayudiana)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor kelautan dan perikanan melalui kolaborasi pelatihan dalam rangka mendukung ekonomi biru.

Pertemuan Nasional Mitra Pembangunan bertema Mewujudkan SDM KP Unggul melalui Kolaborasi Pelatihan Mendukung Ekonomi Biru menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara KKP dan para mitra pembangunan nasional maupun internasional.

Kegiatan ini digelar oleh Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) di Jakarta pada Senin, 26 Januari 2026.

Pertemuan ini menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, dan sertifikasi SDM kelautan dan perikanan guna menghadapi tantangan global dan dampak perubahan iklim.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta menegaskan bahwa kesiapan SDM menjadi kunci keberhasilan ekonomi biru.

"Pembangunan sektor KP tidak bisa hanya delivering program fisik. Yang jauh lebih penting adalah menyiapkan kapasitas sumber daya manusianya", ungkapnya.

Sinergi Pelatihan dan Sertifikasi untuk SDM Unggul

Menurut Nyoman, penguatan kapasitas SDM harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh rantai pengelolaan sektor kelautan dan perikanan.

Rantai tersebut meliputi subsektor perikanan tangkap, budi daya, konservasi, hingga pengawasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan mitra pembangunan, tidak hanya dalam pelatihan tetapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional dan internasional.

"Pelatihan merupakan langkah yang penting. Ke depan, kita harus melangkah ke sertifikasi kompetensi yang diakui, bahkan secara internasional, agar SDM kita benar-benar siap dan kredibel", ia mengungkapkan.

Nyoman menyampaikan bahwa penguatan SDM selaras dengan arahan Presiden RI melalui Astacita, dengan tujuan mendukung pertumbuhan ekonomi biru, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kolaborasi Luas dan Dukungan Internasional

Kepala Puslat KP, Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir, pihaknya telah menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra pembangunan.

Kolaborasi tersebut telah menjangkau lebih dari 10.765 peserta pelatihan dari aparatur dan masyarakat pesisir di berbagai wilayah Indonesia.

Seluruh kurikulum dan modul pelatihan telah diintegrasikan ke dalam sistem Learning Management System (LMS) E-Milea untuk memastikan standardisasi dan keberlanjutan pelatihan lintas wilayah.

Pelatihan-pelatihan tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas KKP seperti perluasan kawasan konservasi perairan, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengawasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta program Laut Sehat Bebas Sampah.

Environmental Defense Fund (EDF) Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan SDM kelautan dan perikanan, khususnya dalam pengelolaan perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Country Representative EDF Indonesia, Abdul Halim, menyampaikan bahwa sejak 2019 pihaknya telah menjalin kerja sama dengan KKP.

"Melalui kolaborasi dengan KKP, kami berharap pelatihan yang dikembangkan dapat memperkuat kebijakan berbasis data dan berdampak nyata bagi masyarakat perikanan", ungkap Abdul Halim.

Penulis :
Arian Mesa