
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, mengalami penurunan harga kebutuhan pokok pada minggu keempat Januari 2026.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa sebelumnya ketiga provinsi ini sempat mencatat inflasi tinggi akibat dampak bencana.
Namun per 23 Januari 2026, ketiganya mencatatkan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH), yang menunjukkan perbaikan pasokan dan stabilisasi harga bahan pangan.
"Sumatera Barat, IPH minus 4,47, artinya ada penurunan harga, terutama ini penurunan harganya untuk Sumatera Barat didorong oleh cabai merah, bawang merah, dan bawang putih", ungkap Amalia.
Penurunan IPH Terjadi Merata di Tiga Provinsi, Kecuali Beberapa Wilayah
IPH Sumatera Utara tercatat minus 3,63 persen, yang didorong oleh penurunan harga cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng.
Sementara itu, Aceh mencatat penurunan IPH sebesar minus 1,33 persen, dipengaruhi oleh harga cabai merah, telur ayam ras, dan tempe.
Meski secara umum ketiga provinsi tersebut mengalami penurunan IPH, beberapa wilayah kabupaten/kota di dalamnya masih mencatatkan kenaikan harga.
Kabupaten Bener Meriah di Aceh mencatat kenaikan IPH tertinggi sebesar 10,7 persen, yang disumbang oleh daging ayam ras, beras, dan daging sapi.
Kota Langsa juga mengalami kenaikan IPH sebesar 1,01 persen dengan komoditas utama penyumbangnya adalah daging ayam ras, beras, dan udang basah.
"Secara umum Sumatera Barat, Sumatera Utara maupun Aceh, secara provinsi sudah mengalami penurunan IPH. Hanya ada di titik-titik kabupaten/kota tertentu saja yang IPH-nya masih mengalami kenaikan", jelas Amalia.
Wilayah Lain Justru Catat Kenaikan Harga, Maluku Utara Tertinggi
Beberapa wilayah lain di Indonesia justru mencatat kenaikan harga kebutuhan pokok selama minggu keempat Januari 2026.
Maluku Utara mencatat IPH tertinggi sebesar 1,26 persen, yang dipicu oleh kenaikan harga beras, bawang merah, dan cabai rawit.
Kalimantan Barat mencatat IPH sebesar 1,07 persen dengan penyumbang utama daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit.
Papua Barat mencatat IPH sebesar 0,81 persen, disebabkan oleh daging ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi.
Di Pulau Jawa, komoditas penyumbang utama kenaikan IPH adalah daging ayam ras dan cabai rawit.
Sementara itu, di luar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, komoditas dominan yang mendorong kenaikan IPH adalah cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







