
Pantau - Otoritas Jasa Keuangan memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan tetap positif pada kuartal I 2026 dengan momentum Ramadan dan Idulfitri sebagai pendorong utama peningkatan aktivitas ekonomi.
OJK menilai periode Ramadan dan Idulfitri secara historis selalu meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya konsumsi rumah tangga.
Peningkatan konsumsi tersebut mendorong kinerja sektor perdagangan, transportasi, akomodasi, serta industri makanan dan minuman.
Kondisi ini diperkirakan meningkatkan permintaan kredit konsumsi dan kredit modal kerja di awal tahun.
Selain faktor musiman, pertumbuhan kredit juga ditopang oleh transmisi kebijakan moneter yang semakin membaik.
Tren penurunan suku bunga pinjaman dinilai turut menopang minat masyarakat dan pelaku usaha dalam mengakses kredit.
Percepatan belanja pemerintah serta peningkatan investasi swasta juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan kredit perbankan.
OJK mencatat intermediasi perbankan hingga November 2025 berada dalam kondisi relatif stabil dengan profil risiko yang terjaga.
Likuiditas perbankan dinilai memadai untuk mendukung penyaluran kredit secara berkelanjutan.
Pertumbuhan kredit secara tahunan per November 2025 tercatat sebesar 7,74 persen year on year, meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 7,36 persen.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross sebesar 2,21 persen.
Angka NPL tersebut membaik dibandingkan periode Oktober 2024 yang tercatat sebesar 2,25 persen.
Perbaikan kualitas kredit didorong oleh pertumbuhan kredit produktif yang terus meningkat.
Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,98 persen year on year.
Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan perbankan dalam mengelola risiko penyaluran kredit di tengah tantangan ekonomi.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit pada November 2025.
Kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,67 persen year on year.
Kredit modal kerja tercatat tumbuh sebesar 2,04 persen year on year.
Dari sisi debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 12 persen year on year.
Sementara itu, kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah masih menghadapi tantangan dan tercatat mengalami kontraksi.
Dana pihak ketiga per November 2025 tumbuh sebesar 12,03 persen year on year.
Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 11,48 persen year on year.
Total dana pihak ketiga perbankan tercatat mencapai Rp9.899,07 triliun.
OJK menilai kondisi likuiditas tersebut tetap mendukung kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit.
OJK mendorong perbankan menyalurkan kredit sesuai dengan keahlian dan risk appetite masing-masing bank.
Penyaluran kredit yang tepat sasaran diharapkan menjaga pertumbuhan perbankan tetap sehat dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, OJK optimistis kredit perbankan akan terus tumbuh positif pada awal 2026 seiring perbaikan permintaan sektor riil.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan







