
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Provinsi Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,2 persen secara month-to-month (mtm) pada Januari 2026.
Deflasi ini didorong oleh penurunan harga sejumlah komoditas utama seperti cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, angkutan udara, telur ayam ras, bensin, dan tomat.
"Pada Januari 2026 Provinsi Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,2 persen," ungkap pihak BPS Jawa Timur.
BPS menyebut, penurunan harga ini dipicu oleh meningkatnya pasokan komoditas pangan dari hasil produksi lokal maupun distribusi dari luar wilayah.
Komoditas yang pasokannya meningkat antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan tomat.
Rincian Komoditas Penyumbang Deflasi
Komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap deflasi adalah cabai rawit yang mengalami penurunan harga sebesar 23,2 persen, dengan andil terhadap deflasi 0,11 persen.
Daging ayam ras mencatat deflasi 4,91 persen, memberikan andil sebesar 0,09 persen.
Bawang merah turun 17,5 persen dengan kontribusi 0,08 persen, disusul cabai merah yang turun tajam 35,09 persen dan menyumbang 0,05 persen.
Angkutan udara juga mengalami deflasi sebesar 3,49 persen dengan andil 0,05 persen, sedangkan telur ayam ras turun 3,95 persen dan menyumbang 0,04 persen.
Bensin tercatat deflasi 0,55 persen dan berkontribusi 0,03 persen, sementara tomat mengalami penurunan harga sebesar 6,53 persen dan menyumbang 0,01 persen terhadap deflasi bulan ini.
"Bahan pangan beri andil terbesar deflasi bulanan Januari 2026", ungkap BPS.
Penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras juga disebabkan oleh turunnya permintaan setelah momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dampak Wilayah dan Inflasi Tahunan
Akibat deflasi Januari 2026 ini, inflasi year-on-year (yoy) dari Januari 2025 ke Januari 2026 tercatat sebesar 3,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,03.
Dari 11 kabupaten/kota yang diamati BPS, 10 daerah mengalami deflasi, dan hanya satu daerah mencatat inflasi, yakni Kabupaten Sumenep dengan inflasi sebesar 0,34 persen.
Kabupaten dengan deflasi terdalam adalah Gresik sebesar 0,45 persen (mtm), disusul Kediri 0,37 persen, Bojonegoro 0,33 persen, dan Jember 0,29 persen.
Deflasi juga terjadi di Madiun sebesar 0,23 persen, Banyuwangi 0,21 persen, Tulungagung 0,18 persen, Surabaya 0,16 persen, Malang 0,1 persen, serta Probolinggo 0,03 persen.
Sementara itu, terkait proyeksi harga pangan ke depan, BPS mencatat, "Ekonom beri dua saran untuk redam kenaikan harga pangan saat Ramadhan", meskipun belum dirinci lebih lanjut apa saja langkah yang dimaksud.
- Penulis :
- Arian Mesa






