Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog dan Kemenhaj Matangkan Rencana Ekspor Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bulog dan Kemenhaj Matangkan Rencana Ekspor Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji dan Umrah
Foto: (Sumber: Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. ANTARA/HO-Bulog.)

Pantau - Perum Bulog bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah memfinalisasi rencana ekspor beras ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

Rencana ekspor ini merupakan tindak lanjut dari penugasan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa koordinasi antara Bulog dan Kemenhaj telah dilakukan melalui rapat pada Selasa, 3 Februari 2026.

Standar Internasional Jadi Acuan Ekspor

Rapat tersebut membahas penyelarasan kebijakan, kesiapan teknis, serta langkah operasional agar pelaksanaan ekspor dapat berjalan tepat waktu dan memenuhi standar internasional.

"Hal ini untuk memastikan pelaksanaan ekspor berjalan tepat waktu, berkualitas dan sesuai standar pasar internasional, seiring semakin dekatnya musim haji", ujar Rizal.

Beberapa hal yang dibahas antara lain mencakup pemilihan dan standardisasi kualitas beras, penentuan kemasan yang sesuai, penetapan harga, penyusunan jadwal pengiriman, serta skema distribusi yang efisien.

Rizal menyatakan optimisme bahwa ekspor tahun ini dapat direalisasikan dengan baik, terlebih setelah Pemerintah Arab Saudi membuka peluang ekspor beras untuk keperluan haji.

"Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras", ungkapnya.

Jaga Kualitas dan Kebiasaan Konsumsi Jamaah

Bulog juga telah melakukan uji tanak terhadap sejumlah sampel beras untuk menilai tekstur, aroma, rasa, dan kualitas nasi setelah dimasak.

Hasil uji tanak ini akan menjadi dasar pemilihan jenis dan merek beras yang akan diekspor.

Rizal menegaskan bahwa ekspor ini juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan surplus beras nasional tahun 2025, yang disebutnya sebagai bukti keberhasilan swasembada pangan.

Langkah ini juga membuka peluang strategis bagi Indonesia sebagai salah satu eksportir beras di pasar global.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj, Jainul Efendi, menekankan pentingnya penggunaan beras lokal bagi jamaah.

“Ini menjadi semangat kita bersama Bulog, Kementerian Perdagangan, dan seluruh pihak yang terlibat kita bisa mengekspor beras ke Arab Saudi, karena alasan utamanya adalah jamaah dari Tanah Air tidak terbiasa mengonsumsi nasi atau beras selain beras lokal, yang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan selama menjalankan ibadah”, ujar Jainul.

 

Penulis :
Ahmad Yusuf