Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

OJK Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid meski Moody’s Turunkan Outlook

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

OJK Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid meski Moody’s Turunkan Outlook
Foto: (Sumber: Pjs Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan materi konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu malam (31/1/2026). ANTARA/Imamatul Silfia.)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa peringkat kredit Indonesia yang tetap berada di level Baa2 oleh Moody’s mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang masih solid, meskipun outlook diturunkan dari stabil menjadi negatif.

Stabilitas Keuangan Jadi Prioritas OJK di 2026

Pernyataan ini disampaikan oleh Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Penilaian Moody’s ini didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif kuat, kerangka kebijakan makro yang disiplin, serta ketahanan sektor jasa keuangan di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.

"OJK akan terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Friderica.

Ia menambahkan bahwa program prioritas OJK tahun 2026 akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan, serta memperdalam pasar keuangan secara terukur.

"Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung pembiayaan program prioritas pemerintah, serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor," tegasnya.

Tanggapan atas Outlook Negatif dari Moody’s

Moody’s pada Kamis, 5 Februari 2026, mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level Baa2, namun mengubah outlook menjadi negatif.

OJK menilai bahwa meskipun outlook berubah, posisi Indonesia masih lebih baik dibandingkan sejumlah negara lain yang berada pada level peringkat yang sama.

Ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya, dan dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global.

Friderica menyebut bahwa kinerja tersebut menjadi penopang menghadapi ketidakpastian jangka pendek sebagaimana tercermin dalam perubahan outlook.

Penilaian Moody’s juga dinilai mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan nasional.

OJK menyatakan akan terus mendukung penguatan koordinasi nasional agar kebijakan yang dihasilkan lebih selaras dan konsisten.

Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas lainnya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperluas dukungan pembiayaan bagi pembangunan jangka menengah dan panjang.

Penulis :
Ahmad Yusuf