Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

ICA-CEPA Diproyeksikan Buka Peluang Signifikan bagi Penguatan Hubungan RI–Kanada

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

ICA-CEPA Diproyeksikan Buka Peluang Signifikan bagi Penguatan Hubungan RI–Kanada
Foto: (Sumber: Wakil Presiden Riset dan Strategi Asia Pacific Foundation of Canada (APF Kanada) Vina Nadjibulla (kiri) dalam forum Canada in Asia Conference (CIAC) 2026 di Singapura, Rabu (11/2/2026). /ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari..)

Pantau - Implementasi kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement diproyeksikan membuka peluang baru yang semakin signifikan bagi penguatan hubungan Indonesia-Kanada.

Wakil Presiden Riset dan Strategi Asia Pacific Foundation of Canada Vina Nadjibulla menyampaikan “Implementasi kemitraan ICA-CEPA diproyeksikan membuka peluang baru yang semakin signifikan bagi penguatan hubungan kedua negara,” kata Wakil Presiden Riset dan Strategi Asia Pacific Foundation of Canada APF Kanada Vina Nadjibulla di sela-sela forum Canada in Asia Conference CIAC 2026 di Singapura, Rabu 11/2.

Nadjibulla menyebut relasi antar Kamar Dagang kedua negara menunjukkan penguatan yang nyata seiring penandatanganan nota kesepahaman antara organisasi pelaku kerja sama Indonesia-Kanada dengan mitra akademik dan Kamar Dagang di Jakarta.

Ia menyampaikan “Langkah tersebut mencerminkan arah hubungan bilateral yang kian intensif dan terstruktur, tidak hanya di level pemerintah, tetapi juga antarpelaku usaha,” katanya.

Energi, Pangan, dan Iklim Jadi Bidang Strategis

Dari sisi peluang, hubungan kedua negara bertumpu pada skala ekonomi dan komplementaritas di sejumlah sektor strategis.

Ia menyampaikan “Indonesia membutuhkan penguatan ketahanan energi, termasuk diskusi seputar energi nuklir, sementara Kanada memiliki kapasitas teknologi dan pengalaman panjang di sektor tersebut,” katanya.

Ketahanan pangan juga dinilai menjadi bidang strategis karena Kanada memiliki rekam jejak sebagai salah satu produsen pangan utama dunia.

Kerja sama di bidang teknologi iklim dan ketahanan iklim dinilai semakin relevan dalam menghadapi dampak perubahan iklim global.

Momentum Musim Semi Hubungan Bilateral

Jika merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney beberapa bulan lalu di Ottawa, hubungan Indonesia-Kanada berada pada fase yang disebut sebagai “momentum musim semi” yang sarat harapan dan potensi pertumbuhan.

Ia menyampaikan “Kita telah banyak berbicara tentang peluang komersial, tetapi saya pikir ada juga peluang dari perspektif kekuatan menengah dan tata kelola serta melakukan berbagai hal secara multilateral,” katanya.

Nadjibulla menambahkan Carney memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang krusial sebagai negara G20, anggota BRICS, dan kekuatan menengah besar yang bersama Kanada berada di luar dikotomi persaingan Amerika Serikat dan China.

Ia menyampaikan “Dalam kerangka inilah, Indonesia-Kanada dinilai memiliki ruang luas untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat kepercayaan strategis yang jauh lebih tinggi,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf