
Pantau - BUMDes Cikahuripan di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mengembangkan usaha penggemukan ternak sapi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan perekonomian wilayah melalui kolaborasi dengan pengusaha setempat.
Usaha penggemukan sapi tersebut telah dirintis sejak dua tahun lalu dan mulai menunjukkan prospek menjanjikan dalam satu tahun terakhir.
Saat ini unit usaha tersebut mampu mempekerjakan tiga pemuda setempat dalam operasional harian peternakan.
Ketua Ternak BUMDes Cikahuripan, Karma menyatakan bahwa "Melalui unit usaha penggemukan sapi ini, kami tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda desa," ungkapnya.
Karma menyampaikan bahwa "Kami ingin BUMDes ini menjadi mesin penggerak ekonomi. Tenaga kerja yang stand by full di area ini ada tiga orang anak muda sini yang baru lulus sekolah dan sempat menganggur. Di sini mereka belajar cara beternak secara profesional," ujarnya.
Siapkan 17 Ekor Sapi untuk Idul Adha
Ternak sapi dipersiapkan untuk momentum khusus seperti Idul Adha melalui proses penggemukan sejak usia sekitar satu tahun dan dirawat selama 10 bulan hingga siap dijual.
Pada Idul Adha tahun ini, BUMDes Cikahuripan menyiapkan 17 ekor sapi dari ras Limosin, Marlboro, Peranakan Ongol, Pegon, dan Gama yang telah memenuhi standar layak jual.
Karma mengatakan bahwa "Kami menawarkan harga yang kompetitif, mulai dari Rp20 juta hingga yang paling premium mencapai Rp45 juta per ekor. Bobotnya pun beragam, mulai dari 300 kg hingga yang terbesar menyentuh 780 kg," katanya.
Kualitas sapi dari Desa Kertarahayu kini telah dikenal luas dan distribusinya menjangkau Mampang di Jakarta serta Cirebon.
Perawatan Profesional dan Sistem Bagi Hasil
Kunci keberhasilan usaha penggemukan ini terletak pada kedisiplinan perawatan dan pemberian nutrisi.
Satu mobil jerami didatangkan setiap dua hari untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi yang memerlukan serat kasar tinggi.
Selain jerami, sapi juga diberi ampas tahu, konsentrat, combotan, suplemen vitamin, serta obat cacing secara rutin.
Sanitasi kandang menjadi perhatian utama dengan pembersihan dilakukan setiap pagi dan sore untuk mencegah bakteri.
Karma menyampaikan bahwa "Perawatan sapi dilakukan secara profesional demi menjaga kualitas ternak sekaligus mendukung ketahanan pangan di desa. Kami juga memastikan kandang dalam kondisi bersih setiap harinya agar sapi tetap sehat dan nyaman," jelasnya.
Model bisnis dijalankan secara transparan melalui sistem bagi hasil antara BUMDes dan mitra usaha.
Karma menjelaskan bahwa "Kami berkolaborasi dengan sistem bagi hasil keuntungan. Persentasenya dibagi rata, yaitu 50-50. Dengan sistem ini, ada semangat kebersamaan untuk memajukan usaha desa karena semua pihak merasakan manfaatnya secara langsung," tuturnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







