
Pantau - Warga penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor memadati Pasar Inpres Lhokseumawe, Provinsi Aceh, untuk berburu daging dalam rangka merayakan tradisi meugang rayeuk menjelang Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Aktivitas perdagangan di Pasar Inpres Lhokseumawe yang sempat terdampak banjir pada akhir November 2025 kini kembali berlangsung normal dan dipadati masyarakat.
Salah seorang warga bernama Meta mengaku membeli daging untuk kebutuhan keluarga yang akan berkumpul menyambut puasa.
“Dagingnya untuk bikin sop. Anak-anak mau pulang dari Banda Aceh, mau makan-makan bersama,” ujar Meta ketika ditemui di Pasar Inpres Lhokseumawe, Aceh, Rabu.
Meta menyampaikan harga daging sapi yang dibelinya berkisar antara Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.
Selain membeli daging, ia juga membeli berbagai bahan masakan lain seperti rempah-rempah dan sayuran untuk keperluan memasak.
Seorang penjual daging bernama Azhur menyampaikan sejak Selasa, 17 Februari 2026, ia telah menjual 10 ekor sapi dengan harga rata-rata Rp180 ribu per kilogram.
“Sudah dari kemarin (berjualan), 10 ekor terjual,” kata Azhur.
Ia mengaku penjualan paling ramai terjadi pada Selasa malam setelah Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Pedagang sapi lainnya yang akrab disapa Bang Bing menyampaikan pascabanjir bandang masyarakat tetap ramai membeli daging untuk tradisi meugang.
“Banyak yang beli, lumayanlah pascabanjir,” katanya.
Bing mulai berjualan daging pada Selasa sore, 18 Februari 2026.
Rabu tersebut menjadi puncak perayaan meugang karena merupakan hari terakhir sebelum memasuki bulan puasa.
Berdasarkan laman resmi Pemerintah Provinsi Aceh, meugang atau makmeugang merupakan tradisi memasak daging untuk dinikmati bersama keluarga, kerabat, hingga anak yatim.
Tradisi meugang dilakukan masyarakat Aceh untuk menyambut Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








