
Pantau - Pemerintah Republik Indonesia bersama Denmark membangun kolaborasi untuk memperkuat sistem jaminan mutu dan keamanan pakan nasional guna melindungi peternak serta meningkatkan daya saing produk peternakan di dalam negeri.
Kerja sama ini dilakukan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Pakan dan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan dengan Danish Veterinary Food Agriculture and Fishery Agency di Copenhagen, Denmark.
Ketua Tim Delegasi Indonesia dari Direktorat Pakan Kementerian Pertanian, Sapta, menyatakan, "Langkah ini penting karena kualitas pakan sangat menentukan produktivitas ternak, efisiensi biaya produksi, serta keamanan pangan asal hewan yang dihasilkan."
Ia menjelaskan, "Fokus utama kegiatan ini adalah memperbaiki sistem pengawasan pakan agar lebih modern, transparan, dan berbasis risiko."
Menurutnya, pembelajaran dari dunia internasional menjadi referensi penting dalam penyempurnaan regulasi nasional.
Sapta menyampaikan, "Contoh baik ini akan kami adaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik subsektor peternakan Indonesia.”
Penguatan Regulasi dan Sistem Berbasis Risiko
Kementerian Pertanian tengah merevisi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 65 Tahun 2017 tentang Pakan serta menyusun policy paper keamanan pakan.
Pemerintah juga membentuk Lembaga Sertifikasi Produk Pakan dan mengembangkan sistem monitoring mutu dan keamanan pakan nasional sebagai bagian dari transformasi pengawasan agar lebih terintegrasi dan akuntabel.
Sistem berbasis risiko akan memprioritaskan pengawasan pada titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi peternak.
Penguatan kapasitas laboratorium dilakukan untuk mendeteksi cemaran mikotoksin, logam berat, residu pestisida, dan antibiotik pada pakan.
Kemampuan analisis yang lebih akurat dan komprehensif dinilai penting untuk mendukung penetapan batas maksimum residu serta memastikan pakan yang beredar aman digunakan.
Dampak bagi Produktivitas dan Perlindungan Peternak
Kementerian Pertanian menegaskan penguatan sistem pengawasan pakan merupakan upaya konkret melindungi peternak dari kerugian akibat pakan bermutu rendah atau tercemar.
Dengan sistem monitoring yang lebih ketat, peternak diharapkan memperoleh kepastian bahwa pakan yang beredar telah memenuhi standar keamanan dan mutu.
Penguatan sistem ini berdampak pada peningkatan performa ternak, penurunan angka penyakit, efisiensi konversi pakan, serta peningkatan produksi susu dan daging.
Pada peternak sapi perah, kualitas pakan menentukan volume dan kualitas susu yang dihasilkan.
Dalam jangka panjang, sistem yang kredibel memperkuat posisi tawar peternak di pasar, termasuk untuk produk susu organik yang mensyaratkan jaminan mutu pakan yang ketat.
Direktur Pakan Kementerian Pertanian RI Tri Melasari menegaskan, "Mutu dan keamanan pakan sangat menentukan kesehatan ternak. Jika ternaknya sehat, maka produksi susu, telur, dan daging juga optimal.”
Tri juga menyoroti pentingnya pemanfaatan potensi bahan pakan lokal di setiap daerah serta perlunya pendataan dan pemetaan bahan baku lokal untuk mendukung efisiensi biaya dan ketahanan pakan nasional.
Kementerian Pertanian menegaskan negara bertanggung jawab memastikan ekosistem usaha peternakan berjalan adil dan peternak tidak dirugikan akibat distribusi pakan yang tidak sesuai standar.
Dengan penguatan sistem sertifikasi, inspeksi, dan pengujian, pemerintah ingin menciptakan kepastian usaha sehingga peternak memperoleh perlindungan hukum dan jaminan mutu input produksi serta konsumen mendapatkan produk hewani yang aman dan berkualitas.
Melalui kolaborasi teknis tersebut, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya membangun sistem pengawasan pakan nasional yang selaras dengan praktik internasional serta disesuaikan dengan karakteristik peternakan Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick







