Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Pastikan Impor 105 Ribu Pikap Agrinas Tak Bebani Fiskal Negara

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Menteri Keuangan Purbaya Pastikan Impor 105 Ribu Pikap Agrinas Tak Bebani Fiskal Negara
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara berbincang sebelum menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin 23/2/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rencana impor 105.000 kendaraan niaga atau mobil pikap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara tidak akan membebani kondisi fiskal negara.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta pada Senin, 23 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa risiko fiskal dari rencana tersebut dinilai sudah jelas dan tidak menimbulkan tambahan beban baru bagi keuangan negara.

"Jadi untuk saya sih risikonya clear, enggak ada tambahan risiko fiskal. Karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang dana desa. Jadi setiap tahun pun memang kita belanja segitu. Cuma sekarang cara belanjanya berubah. Jadi seperti itu pembiayaannya," ungkapnya.

Menurut Purbaya, pembayaran cicilan akan dilakukan dengan mengalihkan sebagian alokasi dana desa yang setiap tahun memang telah dianggarkan dalam belanja negara.

Kementerian Keuangan akan mencicil kewajiban pinjaman tersebut sekitar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.

Skema Pembiayaan dan Peran Himbara

Rencana impor dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes Merah Putih.

Kopdes Merah Putih memperoleh pembiayaan melalui pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.

Dengan mekanisme tersebut, yang berubah hanyalah cara atau mekanisme penyaluran anggaran, bukan penambahan beban anggaran baru.

Rincian Impor 105 Ribu Kendaraan

Sebelumnya diberitakan bahwa Agrinas berencana mengimpor sekitar 105.000 kendaraan niaga dari India dengan nilai total mencapai Rp24,66 triliun.

Armada kendaraan tersebut akan digunakan untuk memperkuat sistem logistik Kopdes Merah Putih di berbagai daerah.

Pengadaan kendaraan niaga tersebut ditujukan untuk mendukung transportasi logistik Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih.

Kabar mengenai langkah impor oleh Agrinas diumumkan oleh perusahaan otomotif India Mahindra and Mahindra Ltd. pada 4 Februari 2026 melalui laman resmi perusahaan.

Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengonfirmasi kepada media di Indonesia terkait rencana impor 105.000 mobil dari perusahaan India.

Dari total 105.000 unit yang akan diimpor, sebanyak 35.000 unit merupakan mobil pikap ukuran 4x4 dari Mahindra and Mahindra Ltd.

Selain itu, sebanyak 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam akan diimpor dari Tata Motors.

Penulis :
Shila Glorya