
Pantau - Nilai tukar rupiah menguat 86 poin atau 0,51 persen ke level Rp16.802 per dolar AS pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026 pukul 15:58 WIB, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.888 per dolar AS.
Penguatan rupiah tersebut dipengaruhi oleh rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal IV-2025 yang menurun secara year on year (YoY).
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, "Rilis data Produk Domestik Bruto PDB untuk kuartal keempat tahun lalu menurun dari 4,4 persen menjadi 1,4 persen secara YoY, yang disebabkan oleh penutupan pemerintah AS selama 43 hari," ungkapnya.
Penurunan PDB Amerika Serikat tersebut menjadi sentimen positif bagi rupiah karena menunjukkan perlambatan ekonomi negara tersebut.
Selain itu, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) inti Amerika Serikat meningkat menjadi 3,0 persen dari sebelumnya 2,8 persen.
Angka PCE inti tersebut masih berada di atas target 2 persen bank sentral Amerika Serikat.
Ancaman Tarif AS Picu Volatilitas Pasar
Sentimen lain berasal dari ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mengenakan tarif 10 persen pada impor global selama 150 hari.
Kebijakan tersebut didasarkan pada Pasal 122 undang-undang perdagangan Amerika Serikat.
Kebijakan tarif itu muncul setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan rezim tarif sebelumnya yang lebih luas.
Pemerintahan kemudian menaikkan tarif menjadi 15 persen, maksimum yang diizinkan berdasarkan undang-undang tersebut, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang tindakan balasan dan potensi gangguan pada rantai pasokan global.
Ketidakpastian mengenai durasi dan cakupan tarif serta kemungkinan tantangan hukum dan kongres turut menambah volatilitas pasar keuangan.
Kekhawatiran terhadap potensi gangguan rantai pasokan global juga memperbesar tekanan di pasar keuangan global.
JISDOR Bank Indonesia Ikut Menguat
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat ke level Rp16.818 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.885 per dolar AS.
Ilustrasi perdagangan memperlihatkan petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat di ruang transaksi valuta asing.
- Penulis :
- Leon Weldrick







