Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta TPID Turun ke Pasar Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Minta TPID Turun ke Pasar Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran
Foto: Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir (sumber: Kemendagri)

Pantau - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID turun langsung ke pasar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok yang mulai merangkak naik pada pekan pertama Ramadan di sejumlah daerah.

Permintaan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin.

Kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, bawang putih, dan daging sapi.

Tomsi menegaskan, “Bapak-Ibu sekalian tolong teman-teman dari dinas, dari TPID turun, turun cek. Kemudian komunikasikan betul dengan para champion-champion itu sehingga harga bisa turun,”.

Ia menjelaskan berdasarkan pantauan langsung di tingkat petani dan peternak, stok dan harga komoditas tersebut relatif terkendali.

Namun, lonjakan harga justru terjadi di tingkat distributor yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi atau HET.

Tegakkan HET dan Awasi Distributor

Tomsi meminta pemerintah daerah, khususnya TPID, bersikap tegas terhadap oknum distributor yang menaikkan harga melebihi HET.

Ia menegaskan, “Kita punya harga eceran tertinggi, HET. Tegakkan hukum itu, ya. Tegakkan hukum itu dan saya minta turun setiap hari,”.

Menurutnya, penegakan aturan menjadi kunci menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Ia kembali menegaskan pentingnya penegakan aturan dengan menyatakan, “Di situlah tanggung jawab kita sebagai aparatur pemerintah untuk menjaga marwah peraturan itu. Jangan terus berkata ‘naik sedikit (melebihi HET)’. Tidak bisa,”.

Bulog Diminta Tambah Stok Beras

Selain komoditas hortikultura dan daging, Tomsi juga meminta Perum Bulog mengendalikan harga beras yang mengalami kenaikan di sejumlah daerah.

Ia meminta Bulog menambah stok beras di daerah yang mengalami lonjakan harga jika diperlukan.

Intervensi tersebut diharapkan mampu menekan kenaikan harga beras yang melebihi HET.

Langkah ini dinilai penting karena pemerintah tengah mengupayakan swasembada beras yang membutuhkan tanggung jawab seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga.

Tomsi menambahkan apabila harga bahan pokok dapat dikendalikan dengan baik maka masyarakat akan lebih mudah menjangkaunya.

Ia menutup dengan menyampaikan harapan, “Kalau kita bisa bertahan sampai akhir [dalam mengendalikan harga bahan pokok], maka lebaran tahun ini merupakan lebaran yang terbaik dari sisi harga”.

Penulis :
Leon Weldrick