Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

OJK Sebut Kredit BPR dan BPRS di Banyumas Raya Didominasi UMKM hingga 60 Persen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

OJK Sebut Kredit BPR dan BPRS di Banyumas Raya Didominasi UMKM hingga 60 Persen
Foto: (Sumber : Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto Haramain Billady. ANTARA/Sumarwoto.)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan penyaluran kredit Bank Perekonomian Rakyat dan BPR Syariah di wilayah Banyumas Raya hingga akhir Desember 2025 didominasi segmen usaha mikro kecil dan menengah dengan porsi mencapai 60 persen dari total kredit.

Kepala Kantor OJK Purwokerto Haramain Billady mengatakan kredit atau pembiayaan BPR dan BPRS kepada UMKM di Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara menjadi penopang utama penyaluran pembiayaan.

“Penyaluran kredit BPR/S masih didominasi kredit produktif, khususnya kredit modal kerja dengan pangsa mencapai 54 persen. Dari sisi segmen, UMKM mendominasi dengan pangsa 60 persen,” ujarnya.

Kredit tersebut tersebar di sejumlah sektor dengan porsi terbesar pada kategori bukan lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran, serta sektor konstruksi.

Secara umum kondisi sektor jasa keuangan di wilayah Banyumas Raya tetap stabil di tengah dinamika perekonomian global.

Hingga Desember 2025, aset dan dana pihak ketiga perbankan di wilayah tersebut tumbuh masing-masing 3,67 persen dan 4,31 persen secara tahunan, sedangkan kredit relatif stabil dengan kontraksi tipis 0,04 persen.

Khusus BPR dan BPRS, dana pihak ketiga tumbuh 0,47 persen, namun aset dan kredit masing-masing mengalami kontraksi 1,95 persen dan 2,73 persen secara tahunan.

Rasio kredit bermasalah BPR dan BPRS tercatat 21,97 persen yang dipengaruhi normalisasi kredit restrukturisasi COVID-19.

Perkembangan pasar modal di Banyumas Raya meningkat dengan jumlah investor saham dan reksa dana hingga Desember 2025 tumbuh masing-masing 38,20 persen dan 35,87 persen secara tahunan.

Nilai transaksi pasar modal meningkat menjadi Rp2,073 triliun atau naik 98,38 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Di sektor industri keuangan nonbank, lembaga keuangan mikro mencatat pertumbuhan aset 5,72 persen, dana pihak ketiga 10,41 persen, dan kredit 18,34 persen secara tahunan.

Total pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp4,138 triliun dengan porsi terbesar pada sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi serta perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 21 persen.

“Kami akan terus memperkuat pengawasan dan sinergi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendorong pembiayaan produktif bagi UMKM di Banyumas Raya,” tegasnya.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan