Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kemendag Sebut Harga Referensi Biji Kakao Maret 2026 Anjlok 29,21 Persen akibat Penurunan Permintaan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemendag Sebut Harga Referensi Biji Kakao Maret 2026 Anjlok 29,21 Persen akibat Penurunan Permintaan
Foto: Petani memilah biji kakao di Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu 23/9/2020 (sumber: ANTARA/Siswowidodo)

Pantau - Kementerian Perdagangan menyatakan harga referensi biji kakao periode Maret 2026 turun 29,21 persen menjadi 4.047,45 dolar AS per metrik ton akibat melemahnya permintaan global yang tidak diimbangi peningkatan pasokan.

Berita yang bersumber dari ANTARA ini memuat keterangan resmi Kemendag di Jakarta pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 14:47 WIB.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menjelaskan bahwa harga referensi tersebut merosot sebesar 1.669,99 dolar AS per metrik ton dibandingkan periode sebelumnya.

Ia mengungkapkan, "Turunnya HR dan HPE biji kakao dipengaruhi turunnya permintaan yang tidak diimbangi peningkatan pasokan seiring membaiknya produksi di negara produsen utama seperti Pantai Gading.", ungkapnya.

Dampak terhadap HPE dan Bea Keluar

Penurunan harga referensi tersebut berdampak pada turunnya harga patokan ekspor biji kakao Maret 2026 menjadi 3.722 dolar AS per metrik ton atau turun 30,44 persen setara 1.628 dolar AS dibandingkan periode sebelumnya.

Penetapan bea keluar biji kakao periode 1 sampai 31 Maret 2026 merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38 Tahun 2024 junto PMK Nomor 68 Tahun 2025 dengan besaran 7,5 persen.

Pungutan ekspor biji kakao pada periode yang sama merujuk pada PMK Nomor 69 Tahun 2025 dengan tarif sebesar 7,5 persen.

Perkembangan Komoditas Lainnya

Untuk produk kulit, harga patokan ekspor periode Maret 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.

Komoditas getah pinus periode Maret 2026 ditetapkan sebesar 903 dolar AS per metrik ton atau naik 42 dolar AS setara 4,88 persen dibanding Februari 2026.

Harga patokan ekspor kayu keping atau pecahan, keping kayu, serta kayu olahan dengan luas penampang 1.000 sampai 4.000 milimeter persegi dari sortimen lainnya hutan tanaman jenis sungkai tidak berubah dari Februari 2026.

Harga patokan ekspor kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000 sampai 10.000 milimeter persegi juga tidak berubah dari Februari 2026.

Terjadi kenaikan harga patokan ekspor pada kayu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman serta kayu lapis untuk kotak kemasan.

Harga patokan ekspor kayu olahan dengan luas penampang 1.000 sampai 4.000 milimeter persegi dari jenis meranti, rimba campuran, sortimen lainnya jenis eboni, serta hutan tanaman jenis pinus, gmelina, akasia, sengon, karet, balsa, eukaliptus, dan sungkai mengalami kenaikan.

Di sisi lain, harga patokan ekspor kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000 sampai 10.000 milimeter persegi dari jenis jati mengalami penurunan.

Penulis :
Shila Glorya