Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Dorong Inovasi Sekam Padi Bernilai Ekonomis untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Perberasan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Dorong Inovasi Sekam Padi Bernilai Ekonomis untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Perberasan
Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kanan) dalam kunjungan kerja ke Rice Milling Unit milik PT Sri Tani Berkah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (sumber: Bulog)

Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mendorong inovasi pemanfaatan sekam padi agar bernilai ekonomis saat kunjungan kerja ke Rice Milling Unit milik PT Sri Tani Berkah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung proses produksi sekaligus melihat potensi pengembangan hasil samping penggilingan padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Potensi Sekam Padi Bernilai Ekonomi

Rizal menyampaikan, "Sekam padi yang selama ini sering terbuang dapat diolah menjadi arang atau produk bernilai ekonomi, sehingga memberikan tambahan manfaat bagi petani dan industri penggilingan padi," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sekam padi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk turunan yang memiliki daya jual dan mampu meningkatkan efisiensi usaha penggilingan.

Menurutnya, pemanfaatan sekam menjadi arang atau produk lain dapat menambah pendapatan pelaku usaha sekaligus menciptakan sistem pengolahan padi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Ia menilai penggunaan teknologi pengolahan modern menjadi kunci agar sekam padi tidak terbuang percuma dan dapat memenuhi standar kualitas pasar.

Komitmen Bulog Dorong Inovasi Berkelanjutan

Rizal menegaskan bahwa inovasi tersebut dapat menjadi model pengembangan industri penggilingan padi yang lebih produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi sektor perberasan nasional.

Ia menekankan, "Inovasi pemanfaatan sekam padi ini diharapkan dapat mulai dikembangkan di kedua wilayah itu sebagai langkah awal untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah pada sektor pengolahan padi," tegasnya.

Pengembangan inovasi tersebut diharapkan dapat dimulai dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebagai tahap awal implementasi.

Melalui langkah itu, Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi dan inovasi guna meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ekosistem industri perberasan nasional.

Penulis :
Arian Mesa