
Pantau - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin menyatakan bahwa organisasi kerja sama ekonomi Developing Eight atau D-8 memiliki peluang besar menjadi pasar alternatif bagi negara-negara anggotanya di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Ia mengatakan, "Harapan kita agar dalam keadaan ekonomi yang tidak menentu ini, D-8 bisa menjadi satu pasar alternatif yang lebih bermanfaat untuk negara-negara D-8."
Hasrin menjelaskan bahwa D-8 sebagai entitas ekonomi perlu terus meningkatkan kerja sama ekonomi antarnegara anggotanya.
Peningkatan kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan menciptakan peluang kolaborasi baru di berbagai sektor ekonomi.
Target Perdagangan dan Tantangan
D-8 menargetkan nilai perdagangan antaranggota mencapai 500 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2030.
Sementara itu pada 2024 nilai perdagangan internal D-8 baru mencapai sekitar 150 miliar dolar Amerika Serikat.
Hasrin menilai capaian tersebut masih jauh dari target yang telah ditetapkan.
Ia menyoroti bahwa masih banyak langkah yang perlu dilakukan oleh negara anggota untuk meningkatkan volume perdagangan.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah mengurangi berbagai hambatan perdagangan antarnegara anggota.
Dorong Penguatan UMKM dan Investasi
Dalam wawancara khusus bersama ANTARA di Jakarta, Hasrin juga menyampaikan prioritas penguatan perdagangan dan investasi selama Indonesia memimpin D-8.
Prioritas tersebut juga mencakup penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ia mengatakan, "Kekuatan industri Malaysia umumnya disokong UMKM. Karena itu, kami ingin D-8 berperan menguatkan potensi UMKM di negara kami, begitu pula UMKM di negara D-8 lain."
Malaysia juga mendorong peningkatan perdagangan dan investasi di antara negara anggota D-8.
Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi kesepakatan perdagangan preferensial serta kolaborasi sektor bisnis antarnegara anggota melalui forum bisnis D-8.
D-8 merupakan kelompok kerja sama ekonomi yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang yaitu Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Pada 2025 Azerbaijan bergabung sebagai anggota ke-9 D-8.
Keketuaan Indonesia dalam organisasi tersebut mengusung tema Menavigasi Pergeseran Global Memperkuat Kesetaraan Solidaritas dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.
Tema tersebut mendorong adaptasi terhadap dinamika ekonomi global serta memperkuat inklusivitas dan ketahanan ekonomi.
Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi D-8 yang akan digelar di Jakarta pada April mendatang.
- Penulis :
- Aditya Yohan







