
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat integrasi layanan ketenagakerjaan melalui fasilitas walk-in interview yang terhubung dengan platform SIAPkerja guna mempercepat proses rekrutmen tenaga kerja.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses perekrutan yang lebih cepat, efisien, dan transparan bagi pencari kerja maupun perusahaan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi menyatakan model wawancara langsung menjadi bentuk kehadiran negara dalam memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan pemberi kerja.
Cris Kuntadi mengatakan "Metode walk-in interview ini lebih efektif dalam penyerapan tenaga kerja dibandingkan melalui seleksi administrasi online yang memakan waktu lebih lama", ungkapnya.
Kegiatan Walk-In Interview Digelar di Jakarta
Kementerian Ketenagakerjaan juga memfasilitasi kegiatan walk-in interview yang diselenggarakan di Gedung Pusat Pasar Kerja di Jakarta pada Rabu 4 Maret.
Sebanyak 150 pencari kerja mengikuti kegiatan tersebut untuk memperebutkan 11 kuota tenaga kerja yang tersedia.
Lowongan tersebut terdiri dari sembilan posisi di perusahaan industri makanan yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Penempatan kerja bagi kandidat yang diterima berada di kawasan Jabodetabek.
Rekrutmen Lebih Cepat dan Transparan
Sistem walk-in interview membuat proses rekrutmen menjadi lebih ringkas karena perusahaan dapat langsung berinteraksi dengan para pencari kerja.
Perusahaan tidak hanya menilai kandidat melalui dokumen CV tetapi juga dapat melihat kemampuan serta komunikasi secara langsung.
Dari sisi pencari kerja, metode ini memberikan kejelasan tahapan seleksi sejak awal proses perekrutan.
Metode tersebut juga dapat mengurangi waktu tunggu yang biasanya terjadi pada proses seleksi administrasi secara daring.
Cris Kuntadi mengatakan "Kami ingin memastikan bahwa setiap talenta Indonesia mendapatkan akses yang cepat dan transparan untuk memperoleh pekerjaan", ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







