
Pantau - Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago memimpin apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau yang digelar di Lapangan Udara Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan berbagai pihak dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.
Dalam amanatnya, Djamari Chaniago menyampaikan apel tersebut menjadi titik awal kesiapan dalam menjaga kekayaan alam Indonesia.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak hanya bertujuan mencegah kerusakan lingkungan di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga dan mengawasi sumber daya alam yang dimiliki.
Djamari Chaniago mengatakan "Berbagai upaya bisa dilakukan dengan kesiapsiagaan kita untuk menghadapi kemungkinan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Mitigasi dan pencegahan dapat kita lakukan termasuk memodifikasi cuaca, water bombing, patroli helikopter, dan mempertahankan tinggi air pada kanal dan parit di lahan gambut", ungkapnya.
Helikopter dan Pesawat Disiagakan untuk Antisipasi Karhutla
Dalam apel tersebut juga ditampilkan berbagai fasilitas serta peralatan yang disiapkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Fasilitas yang diperlihatkan antara lain dua helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang digunakan untuk patroli udara.
Selain itu terdapat satu pesawat yang disiapkan untuk kegiatan modifikasi cuaca.
Satu helikopter milik perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper juga disiapkan untuk membantu pemadaman kebakaran lahan.
Peralatan lain yang disiagakan meliputi kendaraan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau serta mobil pemadam kebakaran.
Kendaraan milik Brigade Mobil Kepolisian Daerah Riau juga turut dilibatkan dalam kesiapsiagaan tersebut.
Libatkan TNI, Polri hingga Perusahaan
Peserta apel berasal dari berbagai instansi pemerintah dan lembaga terkait.
Personel yang terlibat antara lain berasal dari TNI Angkatan Udara Lanud Roesmin Nurjadin.
Selain itu hadir juga personel dari Komando Daerah Militer XIX Tuanku Tambusai.
Personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan juga turut mengikuti apel tersebut.
Apel tersebut juga diikuti oleh personel Komando Resor Militer 031 Wirabima serta personel dari Kepolisian Daerah Riau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau dan Satuan Polisi Pamong Praja Riau turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika juga ikut terlibat dalam apel kesiapsiagaan tersebut.
Sejumlah perusahaan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut seperti PT Pertamina Hulu Rokan.
Perusahaan lain yang terlibat antara lain PT Riau Andalan Pulp and Paper dan PT Arara Abadi dari APP Group.
Pemerintah Daerah Diminta Siapkan Sumber Daya
Kepada para gubernur, bupati dan wali kota, Djamari Chaniago meminta agar menyiapkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah merupakan pihak yang berada di garis terdepan ketika kebakaran lahan terjadi.
Kepada perusahaan perkebunan, kehutanan dan pertambangan, ia juga meminta agar mematuhi serta menjalankan kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia juga meminta Masyarakat Peduli Api, kelurahan tangguh bencana, mahasiswa, pramuka dan kelompok tani untuk terus berpartisipasi aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Kelompok masyarakat tersebut diminta membantu melaporkan kondisi kebakaran serta turut berperan dalam penanganannya.
Djamari Chaniago juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah bekerja keras dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengatakan "Pada kesempatan ini pula saya yang ingin sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada seluruh jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah bidang penanggulangan bencana, atas dedikasi kerja keras dan kesiapsiagaannya untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan yang selama ini sering terjadi", katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







