Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat 1,76 Persen ke Level 7.710,54, Investor Manfaatkan Momentum Berburu Saham Murah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Ditutup Menguat 1,76 Persen ke Level 7.710,54, Investor Manfaatkan Momentum Berburu Saham Murah
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Kamis sore ditutup menguat 133,48 poin atau 1,76 persen ke posisi 7.710,54 seiring investor melakukan aksi bargain hunting atau berburu saham murah setelah indeks sempat berada di level terendah pada Rabu (4/3) akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut menguat 15,37 poin atau 1,99 persen ke posisi 787,82.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan penguatan IHSG sejalan dengan sentimen positif dari bursa global serta aksi beli investor pada saham-saham yang sebelumnya terkoreksi.

"Sesuai perkiraan, IHSG berhasil rebound, didorong oleh sentimen positif penguatan indeks bursa global, serta aksi bargain hunting meskipun juga terjadi profit taking pada beberapa saham yang mengalami rally seperti misalnya saham sektor migas", ungkapnya.

Sentimen Data Ekonomi Domestik dan Amerika Serikat

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia untuk periode Februari 2026.

Data cadangan devisa tersebut diperkirakan berpotensi kembali mengalami penurunan di tengah berlanjutnya depresiasi nilai tukar rupiah.

Sementara dari Amerika Serikat, pasar menunggu sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis yakni nonfarm payrolls dan unemployment rate Februari 2026 serta retail sales Januari 2026.

Berdasarkan konsensus pasar, data nonfarm payrolls Amerika Serikat diperkirakan melambat menjadi 59.000 pada Februari 2026 dari sebelumnya 130.000 pada Januari 2026.

Tingkat pengangguran Amerika Serikat diperkirakan stabil di level 4,3 persen.

Pergerakan Sektor dan Aktivitas Perdagangan

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat dan tetap berada di wilayah positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua perdagangan, IHSG juga tetap berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat sepuluh sektor yang mengalami penguatan.

Sektor dengan kenaikan tertinggi adalah sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 3,39 persen.

Sektor industri naik sebesar 2,66 persen.

Sektor barang baku naik sebesar 2,29 persen.

Satu sektor yang mengalami penurunan adalah sektor transportasi dan logistik yang turun sebesar 0,01 persen.

Saham dengan penguatan harga terbesar yaitu RODA, LAND, BIPP, KOTA, dan INCF.

Saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yaitu ELPI, INDS, BBSS, MMLP, dan ZATA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.084.435 kali transaksi.

Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 34,46 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,94 triliun.

Sebanyak 597 saham mengalami kenaikan harga.

Sebanyak 125 saham mengalami penurunan harga.

Sebanyak 96 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Bursa saham regional Asia juga mengalami penguatan pada perdagangan sore hari.

Indeks Nikkei menguat 1.032,60 poin atau 1,90 persen ke level 55.278,10.

Indeks Shanghai menguat 26,09 poin atau 0,64 persen ke level 4.108,57.

Indeks Hang Seng menguat 71,85 poin atau 0,28 persen ke level 25.321,40.

Indeks Strait Times menguat 33,81 poin atau 0,70 persen ke level 4.846,56.

Penulis :
Shila Glorya