
Pantau – Perdana Menteri China Li Qiang menyatakan bahwa meski tahun 2025 diwarnai berbagai gejolak domestik dan eksternal, pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis sehingga perekonomian tetap tumbuh 5 persen, sama seperti tahun 2024.
Li Qiang menyampaikan hal ini saat membuka Sidang Kongres Rakyat Nasional di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada 5 Maret 2026, sekaligus memaparkan target kinerja 2026. Ia menegaskan bahwa meskipun tahun lalu penuh tantangan, momentum ekonomi kuartal pertama tetap kuat.
Tantangan Eksternal dan Domestik
Dari sisi eksternal, Li menyoroti meningkatnya unilateralisme, proteksionisme, serta politisasi ekonomi dan perdagangan, yang diperparah oleh kebijakan keamanan nasional yang ketat dari beberapa negara. Ia mengatakan, "Pertumbuhan ekonomi global kekurangan momentum. Hegemoni dan politik kekuatan menimbulkan ancaman serius terhadap tatanan ekonomi dan perdagangan internasional."
Secara domestik, China menghadapi masalah seperti:
- Ketidakseimbangan antara pasokan barang yang kuat dan permintaan domestik yang lemah.
- Penurunan investasi di sektor properti, infrastruktur, dan manufaktur.
- Konsumsi yang masih lemah dan harga relatif rendah.
Industri baru yang belum matang, penciptaan lapangan kerja yang menantang, serta kesulitan pengurangan emisi karbon.
Li menambahkan bahwa beberapa pemerintah daerah menghadapi ketidakseimbangan anggaran yang serius, sehingga pembangunan ekonomi dan sosial harus dijalankan dengan hati-hati.
Faktor Positif dan Target 2026
Meski menghadapi tantangan, Li menekankan bahwa kondisi dasar pertumbuhan jangka panjang China tetap solid. Keunggulan China tercermin dari:
Revolusi teknologi dan transformasi industri yang terus berlangsung.
Lebih dari 80 juta tenaga profesional khusus dan lebih dari 10 juta personel penelitian dan pengembangan.
Setiap tahun menghasilkan lebih dari 5 juta lulusan STEM.
Target pemerintah China 2026 meliputi:
- Tingkat pengangguran perkotaan sekitar 5,5 persen.
- Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sekitar 2 persen.
- Penurunan emisi karbon dioksida per unit PDB sekitar 3,8 persen.
Li Qiang menyimpulkan, China memiliki banyak faktor positif yang menciptakan lingkungan kondusif bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan internasional, meskipun risiko geopolitik dan tantangan domestik tetap perlu diwaspadai.
- Penulis :
- Aditya Yohan







