
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu sore ditutup melemah 51,51 poin atau 0,69 persen ke posisi 7.389,40 karena investor melakukan trading jangka pendek menjelang libur panjang Lebaran 2026.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut melemah 7,69 poin atau 1,01 persen ke posisi 752,25.
Investor Pilih Trading Jangka Pendek
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan investor cenderung berhati-hati menjelang periode libur panjang serta meningkatnya ketidakpastian global.
"Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan," ujarnya.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat.
Namun setelah itu indeks bergerak ke wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.
Memasuki sesi kedua perdagangan, IHSG tetap berada di zona merah hingga menjelang penutupan pasar.
Pergerakan Sektor dan Bursa Asia
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat empat sektor yang mengalami penguatan.
Sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,06 persen.
Sektor kesehatan naik sebesar 0,38 persen.
Sektor properti naik sebesar 0,30 persen.
Sebaliknya, tujuh sektor mengalami penurunan.
Sektor energi mengalami penurunan paling dalam sebesar minus 1,69 persen.
Sektor barang baku turun sebesar 1,66 persen.
Sektor industri turun sebesar 1,09 persen.
Saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu UANG, NTEV, DEFI, KUAS, dan PTMP.
Saham yang mengalami penurunan terbesar yaitu INPC, ICON, INDY, ENRG, dan AADI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.849.112 kali transaksi.
Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 32,19 miliar lembar saham.
Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp15,68 triliun.
Sebanyak 312 saham mengalami kenaikan harga.
Sebanyak 366 saham mengalami penurunan harga.
Sebanyak 139 saham tidak mengalami perubahan harga.
Di kawasan Asia, bursa saham ditutup variatif karena pelaku pasar menunggu perkembangan konflik di Timur Tengah.
Indeks Nikkei naik 777,00 poin atau 1,43 persen ke level 55.025,40.
Indeks Hang Seng turun 61,14 poin atau 0,24 persen ke level 25.898,76.
Indeks Shanghai naik 10,29 poin atau 0,25 persen ke level 4.133,43.
Indeks Strait Times naik 3,17 poin atau 0,07 persen ke level 4.863,81.
Pelaku pasar juga mempertimbangkan pesan yang saling bertentangan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai situasi di Selat Hormuz.
Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright sempat menulis di media sosial bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat telah mengawal sebuah kapal tanker.
Unggahan tersebut kemudian dihapus setelah Gedung Putih membantah adanya operasi pengawalan kapal tanker tersebut.
Pada waktu yang sama, Pentagon menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melakukan serangan paling intens terhadap Iran.
Pentagon juga menyebutkan bahwa serangan tersebut akan terus berlanjut hingga Teheran dikalahkan.
Pernyataan Pentagon tersebut bertentangan dengan pernyataan sebelumnya dari Presiden Donald Trump yang mengatakan konflik tersebut bisa segera berakhir.
- Penulis :
- Shila Glorya








