Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Siagakan 57 SPBU 24 Jam di Bali untuk Antisipasi Nyepi dan Mudik Lebaran 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pertamina Siagakan 57 SPBU 24 Jam di Bali untuk Antisipasi Nyepi dan Mudik Lebaran 2026
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Sejumlah konsumen mengisi BBM di salah satu SPBU di Denpasar, Bali, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.)

Pantau - Pertamina Patra Niaga menyiagakan 57 stasiun pengisian bahan bakar umum yang beroperasi selama 24 jam di Bali guna melayani kebutuhan masyarakat menjelang Hari Suci Nyepi dan arus mudik Idul Fitri 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga saat meningkatnya mobilitas masyarakat pada dua perayaan keagamaan yang waktunya berdekatan.

Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi memastikan pasokan serta distribusi energi tetap terjaga selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.

"Kami memastikan pasokan dan distribusi energi tetap terjaga sepanjang periode Ramadhan dan Idul Fitri," ungkapnya.

Kesiapan tersebut didukung dengan pembentukan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri yang mulai bertugas pada 9 Maret hingga 1 April 2026.

Secara keseluruhan terdapat 214 unit SPBU yang beroperasi di Bali untuk melayani kebutuhan bahan bakar masyarakat.

Selain itu terdapat empat unit SPBU Nelayan yang melayani kebutuhan bahan bakar bagi nelayan di wilayah tersebut.

Layanan energi juga didukung oleh 146 unit pertashop yang tersebar di berbagai wilayah.

Untuk distribusi LPG tersedia 16 stasiun pengisian tabung elpiji subsidi dan empat unit stasiun pengisian tabung elpiji non subsidi.

Selain SPBU, terdapat pula 37 agen liquefied petroleum gas yang beroperasi selama 24 jam.

Jumlah total agen LPG subsidi di Bali mencapai 124 unit.

Sedangkan agen LPG non subsidi berjumlah 23 unit.

Proyeksi Kenaikan Konsumsi Energi

Pertamina juga telah mengantisipasi kebutuhan energi dengan memastikan stok dan distribusi dalam kondisi aman.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan proyeksi peningkatan konsumsi energi menjelang dua hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan.

Berdasarkan proyeksi selama periode Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri, konsumsi bahan bakar minyak jenis bensin di Bali diperkirakan meningkat sekitar 5,5 persen.

Rata-rata konsumsi harian bensin diperkirakan mencapai 3.129 kiloliter.

Konsumsi solar diperkirakan justru menurun sekitar 10,7 persen dari rata-rata konsumsi harian sebesar 654 kiloliter.

Penurunan tersebut terjadi karena adanya pembatasan operasional lalu lintas truk bermuatan besar selama masa mudik Idul Fitri.

Sementara itu konsumsi LPG diperkirakan meningkat sekitar 2,2 persen dari rata-rata konsumsi harian sebesar 960 metrik ton.

Layanan Tambahan untuk Pemudik

Ahad Rahedi menambahkan bahwa Pertamina juga memperkuat berbagai layanan tambahan bagi masyarakat selama periode mudik.

"Selain stok yang aman, kami juga memperkuat berbagai layanan tambahan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman selama perjalanan," ujarnya.

Pertamina menyiapkan layanan antar BBM darurat menggunakan motor yang dikenal sebagai PDS motorist sebanyak delapan unit di Bali.

Selain itu tersedia empat unit truk tangki siaga untuk mendukung distribusi bahan bakar.

Pertamina juga menyediakan satu unit layanan SerambiMyPertamina di jalur mudik.

Fasilitas tersebut menyediakan ruang istirahat bagi pemudik, klinik mini, serta area bermain anak.

Berdasarkan proyeksi secara nasional, puncak mobilitas masyarakat diperkirakan terjadi dalam empat fase.

Dua fase merupakan puncak arus mudik dan dua fase lainnya merupakan puncak arus balik.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026 serta 18 hingga 19 Maret 2026.

Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026 serta 28 hingga 29 Maret 2026.

Penulis :
Aditya Yohan