
Pantau - Puncak arus mudik di jalur Padang–Bukittinggi, Sumatera Barat diperkirakan terjadi pada H-3 hingga H-1 menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 meski hingga H-6 Lebaran kondisi lalu lintas di jalur utama tersebut masih terpantau lancar tanpa peningkatan signifikan jumlah kendaraan.
Pengamatan pada Minggu siang menunjukkan sejumlah kendaraan dengan barang bawaan khas pemudik mulai melintas di ruas Jalan Lembah Anai.
Arus kendaraan tersebut melewati jalur yang sebelumnya sempat diberlakukan sistem buka tutup akibat proses perbaikan jalan setelah banjir bandang yang terjadi pada November lalu.
Kementerian Pekerjaan Umum menghentikan sementara pekerjaan penanganan jalan sepanjang 5,8 kilometer sejak H-10 Lebaran atau 10 Maret 2026 untuk mengantisipasi kelancaran arus mudik.
Sebelumnya, ruas jalan tersebut diberlakukan sistem buka tutup guna mempercepat penanganan kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir bandang.
Kemacetan terpantau terjadi di kawasan Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar sepanjang sekitar 3 kilometer hingga arah Pasar Koto Baru.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya masih terpantau lancar tanpa hambatan berarti.
Prediksi Lonjakan Kendaraan Menjelang Lebaran
Bhabinkamtibmas Polsek Batipuh Bripka Afriandi mengatakan hingga H-6 Lebaran belum terlihat lonjakan volume kendaraan yang signifikan di jalur tersebut.
Ia menjelaskan para perantau yang kembali ke Sumatera Barat tidak datang secara bersamaan sehingga peningkatan jumlah kendaraan belum terasa.
"Belum ada lonjakan kendaraan, belum kelihatan signifikan karena sekarang baru H-6. Rata-rata keluarga atau family-family kita yang di rantau itu masuk ke Sumbar tidak berbarengan," ungkapnya.
Afriandi memprediksi lonjakan kendaraan pemudik yang masuk ke Sumatera Barat akan mulai terlihat pada H-3 hingga H-1 menjelang Lebaran.
Lonjakan Arus Wisata Diperkirakan Terjadi Setelah Lebaran
Ia juga memperkirakan peningkatan arus kendaraan kembali terjadi setelah Lebaran, terutama pada periode H+1 hingga H+5.
Pada masa tersebut banyak perantau yang pulang kampung memanfaatkan waktu untuk berwisata bersama keluarga di berbagai daerah di Sumatera Barat.
"Tapi yang kelihatan signifikan itu biasanya di H+1 sampai H+5. Itu kelihatan sekali karena para perantau yang pulang kampung ini mereka jalan-jalan bersama keluarga di Sumatera Barat ini," kata Afriandi.
Meski lalu lintas masih relatif sepi, petugas tetap melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan kendaraan dalam beberapa hari ke depan.
Persiapan tersebut dilakukan melalui pengoperasian pos pengamanan mudik serta penerapan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga akan memberlakukan sistem satu arah atau one way pada H-2 dan H-1 Lebaran.
Sistem one way tersebut juga akan diterapkan kembali pada H+1 hingga H+3 setelah Lebaran untuk mengatur kelancaran arus kendaraan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








