
Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan peliburan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Idul Fitri mampu menghemat anggaran negara hingga beberapa triliun rupiah.
Ia merujuk pada laporan Ketua MBG dan pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana terkait kebijakan tersebut.
"Ketua MBG sudah lapor kan ya? Katanya liburan akan diberhentikan katanya. Hemat lumayan berapa triliun. Dia bilang kan, saya udah baca juga tuh.", ungkapnya.
"Jadi yang liburan tidak akan keluar MBG-nya, itu hemat lumayan. Nanti pas itu jalan lagi biasa.", tambahnya.
Kebijakan Penghentian Sementara dan Penghematan Anggaran
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut peliburan program MBG selama periode Idul Fitri dapat menghemat anggaran sekitar Rp5 triliun.
"Itu kurang lebih sekitar Rp5 triliun dihemat dengan seperti itu.", ujarnya.
Ia menjelaskan penyaluran MBG untuk sekolah telah dihentikan sejak 13 Maret 2026.
Pengiriman bantuan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dilakukan terakhir pada 17 Maret 2026.
Pada periode 18 hingga 24 Maret 2026, tidak ada penyaluran MBG bagi seluruh penerima manfaat baik peserta didik maupun non-peserta didik.
Sebagai pengganti, distribusi bantuan dilakukan lebih awal sebelum masa libur berlangsung.
Program MBG dijadwalkan kembali berjalan normal pada 31 Maret 2026.
Upaya Efisiensi dan Evaluasi Program
Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah masih memiliki ruang untuk melakukan efisiensi dari total pagu anggaran MBG sebesar Rp335 triliun.
Ia menilai program MBG memiliki manfaat besar bagi masyarakat terutama kelompok ekonomi bawah.
"MBG akan diefisienkan, cara mereka belanjanya. Saya pikir MBG itu program yang bagus karena nggak semuanya kaya. Hanya pelaksanaannya dioptimalkan saja.", jelasnya.
Saat ini Kementerian Keuangan tengah menyusun rencana efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga defisit APBN Tahun Anggaran 2026 tetap berada di bawah tiga persen.
- Penulis :
- Leon Weldrick








