
Pantau - Istilah tengkulak dalam sektor pertanian kerap dipandang negatif karena dianggap mengambil keuntungan dari petani, namun perannya dinilai kompleks dan tidak sepenuhnya merugikan.
Tengkulak sering digambarkan membeli hasil panen saat harga rendah dan menjual kembali saat harga tinggi serta menjerat petani dengan utang berbunga.
Dalam pandangan umum, mereka menjadi simbol ketimpangan dalam rantai pasok pangan.
Namun, dalam praktiknya, tengkulak berperan sebagai perantara antara petani dan pasar, terutama saat panen raya.
Mereka menjadi pembeli yang siap menampung hasil panen ketika petani membutuhkan uang cepat.
Keterbatasan akses pasar, informasi harga, dan fasilitas penyimpanan membuat petani bergantung pada tengkulak.
Di sisi lain, tengkulak juga menyediakan likuiditas cepat tanpa prosedur rumit untuk kebutuhan produksi maupun rumah tangga.
Transaksi yang cepat membuat tengkulak menjadi pilihan dibandingkan sistem formal yang cenderung birokratis.
Tengkulak dinilai menjadi dilema karena dapat menekan harga sekaligus mempercepat distribusi hasil panen.
Mereka juga menjadi akses pembiayaan utama bagi petani kecil sekaligus memastikan hasil panen terserap pasar.
Pendekatan yang hanya memusuhi tengkulak dinilai tidak menyelesaikan masalah.
Diperlukan transformasi peran tengkulak menjadi lebih adil dan produktif dengan prinsip harga yang adil, pembayaran cepat, pendampingan kualitas, akses pasar luas, serta kerja sama jangka panjang.
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti regulasi harga dasar komoditas, pengawasan pasar, serta pemberian subsidi pupuk, benih, dan alat pertanian.
Selain itu, pembangunan pasar induk, pemanfaatan e-commerce pertanian, dan penguatan koperasi juga dilakukan untuk meningkatkan posisi tawar petani.
Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan akses informasi masih dihadapi, terutama di tingkat petani kecil.
Ke depan, diperlukan ekosistem pertanian yang lebih adil dan transparan dengan dukungan teknologi digital dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku pasar, tengkulak, dan petani.
Tujuannya adalah memastikan petani mendapatkan imbalan yang adil serta memperkuat sistem pertanian secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka







