
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Rabu sore ditutup menguat sebesar 136,22 poin atau 1,93 persen ke posisi 7.184,44 mengikuti tren positif bursa saham Asia dan sentimen global.
Sentimen Global Redakan Ketegangan AS-Iran
Penguatan pasar dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi penghentian keterlibatan militer AS di Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga dikabarkan menyatakan kesediaan untuk mengakhiri permusuhan dengan syarat adanya jaminan internasional.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan bahwa sentimen tersebut memberikan harapan bagi pasar.
"Tentunya kondisi ini memberikan sebuah harapan meredanya ketegangan antara AS dengan Iran," ujar Nico.
Sejalan dengan itu, bursa saham Asia juga mencatatkan penguatan signifikan.
Indeks Nikkei naik 2.709,28 poin atau 5,31 persen ke 53.773,00.
Indeks Shanghai menguat 56,69 poin atau 1,46 persen ke 3.948,55.
Indeks Hang Seng meningkat 505,89 poin atau 2,04 persen ke 25.294,03.
Indeks Straits Times naik 97,09 poin atau 1,99 persen ke 4.982,54.
Data Domestik dan Kinerja Sektor Dorong IHSG
Dari dalam negeri, indeks manufaktur Indonesia menunjukkan perlambatan namun masih berada dalam fase ekspansi.
S&P Global mencatat PMI manufaktur Indonesia turun menjadi 50,1 pada Maret 2026 dari 53,8 pada Februari 2026.
"Penurunan tersebut tidak terlepas dari ketidakpastian akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta kenaikan harga bahan baku," ujar Nico.
Badan Pusat Statistik melaporkan neraca perdagangan Februari mengalami surplus sebesar 1,28 miliar dolar AS yang berdampak positif terhadap ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Sementara itu, inflasi Maret tercatat sebesar 0,41 persen secara bulanan dan 3,48 persen secara tahunan yang masih berada dalam target Bank Indonesia.
IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama dan kedua perdagangan.
Dari 11 sektor yang diperdagangkan, 10 sektor mengalami penguatan dengan sektor industri memimpin kenaikan sebesar 5,57 persen.
Sektor barang konsumen non primer naik 5,01 persen dan sektor barang baku meningkat 3,59 persen.
Sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang melemah sebesar 0,14 persen.
Saham dengan kenaikan terbesar tercatat pada CHEM, ALKA, YPAS, KOCI, dan BULL.
Sementara saham dengan penurunan terbesar dialami oleh DATA, NZIA, WEHA, TALF, dan ATAP.
Frekuensi perdagangan mencapai 2.014.275 transaksi dengan total 31,54 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp16,47 triliun.
Sebanyak 475 saham menguat, 209 saham melemah, dan 135 saham stagnan.
- Penulis :
- Shila Glorya








