
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan akan menggandeng Badan Pengelola Investasi Danantara dan Kementerian Dalam Negeri untuk mengkampanyekan pengelolaan energi secara masif di perusahaan BUMN dan BUMD.
Kolaborasi untuk Efisiensi Energi
Menaker Yassierli menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan energi di tengah dinamika geopolitik global yang mempengaruhi sektor energi.
"Saya melihat program optimalisasi pemanfaatan energi ini nanti harus bergulir secara masif. Sehingga nanti kami tentu akan berkolaborasi apakah itu dengan Danantara, Kementerian Dalam Negeri untuk kampanye yang lebih masif dan lebih efektif," ungkapnya.
Ia menyebut kolaborasi ini ditujukan untuk mendorong efisiensi energi secara berkelanjutan di berbagai sektor usaha, termasuk perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD.
Menurutnya, ketahanan energi menjadi kebutuhan strategis nasional yang harus didukung oleh berbagai pihak melalui langkah konkret dan terkoordinasi.
"Karena ini adalah kebutuhan kita sebenarnya. Ketahanan energi itu menjadi sangat penting untuk bangsa ini ke depannya dan ini membutuhkan kolaborasi," ujarnya.
WFH Jadi Bagian Strategi Penghematan
Upaya pengelolaan energi juga dilakukan melalui imbauan penerapan work from home (WFH) satu hari dalam seminggu bagi pekerja.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang WFH dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja.
WFH mulai berlaku efektif sejak 1 April 2026, dengan pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing perusahaan sesuai kebutuhan operasional.
Menaker menegaskan hak pekerja tetap harus dipenuhi meskipun bekerja dari rumah, termasuk gaji penuh dan hak cuti tahunan.
Selain itu, kebijakan WFH tidak berlaku bagi sektor tertentu seperti energi, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik, industri, transportasi, hingga keuangan yang tetap harus beroperasi secara langsung.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong pola kerja yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








