
Pantau - PT Saka Energi Indonesia mencatat hasil positif dari pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah, Jawa Timur, dengan produksi mencapai 2.443 barel minyak per hari dan 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari.
Produksi Melampaui Target dan Perkuat Pasokan Energi
Direktur Operasi Saka Energi Achmad Agus Miftakhurrohman menyatakan keberhasilan ini menjadi pencapaian penting dalam upaya meningkatkan produksi migas nasional.
"Keberhasilan pemboran sumur UPA-17ST merupakan pencapaian penting terkini setelah sebelumnya SAKA juga berhasil melakukan pemboran dan put onstream sumur pengembangan lainnya, yaitu Sumur SID-05," ungkapnya.
Ia menambahkan hasil uji produksi menunjukkan kinerja sangat positif dan sumur telah beroperasi sebagai bagian dari peningkatan pasokan energi nasional.
Menurutnya, Lapangan Ujung Pangkah masih memiliki potensi besar untuk terus berkontribusi terhadap produksi energi, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Teknologi ERD dan Efisiensi Pengembangan Lapangan
Pemboran sumur UPA-17ST menggunakan teknologi extended reach drilling (ERD) yang memungkinkan pengeboran menjangkau reservoir jauh tanpa pembangunan platform baru.
Sumur ini merupakan konversi dari sumur idle dengan tantangan teknis tinggi, termasuk penggunaan expandable casing dan teknik stimulasi reservoir karbonat yang ditingkatkan.
"Itu merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur produksi yang telah ada," ujarnya.
Keberhasilan ini juga mendapat apresiasi dari SKK Migas sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi nasional.
"Alhamdulillah, hasil kegiatan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST menunjukkan hasil yang sangat baik," kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
Sumur ini diharapkan memperkuat kontribusi Wilayah Kerja Pangkah terhadap target lifting nasional serta menjaga ketahanan energi Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








