Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Disiplin Fiskal dan Kepercayaan Investor Jadi Kunci Hadapi Tekanan Geopolitik Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Disiplin Fiskal dan Kepercayaan Investor Jadi Kunci Hadapi Tekanan Geopolitik Global
Foto: (Sumber : Kiri ke kanan - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam konferensi pers terkait kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menyikapi kondisi geopolitik global, Seoul, Korea Selatan, Selasa (31/3/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden/Rusman/aa.)

Pantau - Disiplin fiskal dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan investor di tengah tekanan geopolitik global dan meningkatnya beban ekonomi nasional pada 2026.

Disiplin Fiskal Jadi Fondasi Kepercayaan

Selama lebih dari dua dekade, Indonesia menjaga stabilitas ekonomi melalui batas defisit fiskal maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai bentuk komitmen kebijakan.

Pendekatan ini tidak hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kredibilitas Indonesia di mata investor global sejak 2011.

Ketika lembaga pemeringkat mulai memberikan outlook negatif, kondisi tersebut dinilai mencerminkan kekhawatiran terhadap arah dan konsistensi kebijakan ekonomi.

Kepercayaan investor disebut sebagai faktor krusial yang dibangun dalam jangka panjang, namun dapat terganggu hanya oleh satu sinyal kebijakan yang dianggap menyimpang.

Tekanan Fiskal dan Tantangan Ekonomi

Di sisi lain, tekanan fiskal semakin meningkat seiring kebutuhan pembiayaan program sosial berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kondisi ini diperparah dengan rasio pajak yang masih rendah serta meningkatnya beban pembayaran utang yang mengurangi ruang fiskal untuk pembangunan.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah mendekati level psikologis turut menjadi indikator penting yang memengaruhi persepsi risiko investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa tantangan ekonomi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berkaitan dengan persepsi pasar terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah.

Sebagai informasi tambahan, konsistensi kebijakan dan prediktabilitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Penulis :
Aditya Yohan