
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan bahwa generasi sandwich yang menopang kebutuhan anak dan orang tua tetap memiliki batas kemampuan dalam menjaga produktivitas ekonomi.
"Sandwich generation itu harus produktif. Kalau tidak, dia tidak bisa menopang ke bawah dan tidak bisa menopang ke atas. Tetapi, kemampuan sandwich generation juga ada batasnya," ujarnya dalam Dialog Menuju Kesejahteraan Antar-Generasi di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah membutuhkan National Transfer Accounts (NTA) sebagai alat ukur aliran sumber daya ekonomi antar kelompok usia dalam masyarakat.
Menurutnya, NTA dapat memetakan interaksi antara anak-anak sebagai konsumen, usia produktif sebagai generasi sandwich, dan lansia sebagai kelompok purna tugas melalui instrumen pajak, keluarga, dan aset.
"Ini berbicara mengenai kebijakan publik masa depan Indonesia tentang anak-anak kita, tentang orang tua kita, tentang kita yang akan menjadi tua," ia mengungkapkan.
Ia menambahkan bahwa penggunaan NTA membantu pemerintah menghindari kebijakan berbasis asumsi serta menentukan prioritas antara kebutuhan pendidikan anak dan kesehatan lansia secara lebih akurat.
Selain itu, NTA juga digunakan untuk menyusun proyeksi strategis menuju Indonesia Emas 2045, termasuk penyiapan tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan infrastruktur sesuai perubahan demografi.
Pratikno menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan yang dihasilkan adaptif terhadap kebutuhan masing-masing wilayah.
- Penulis :
- Aditya Yohan








