HOME  ⁄  Ekonomi

Lonjakan Ekspor Batam ke AS Tembus 30,71 Persen di Awal 2026, Industri Manufaktur Jadi Penopang Utama

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Lonjakan Ekspor Batam ke AS Tembus 30,71 Persen di Awal 2026, Industri Manufaktur Jadi Penopang Utama
Foto: Deputi Bidang Investasi BP Batam saat menghadiri First Cut Steel Ceremony proyek Tangguh Ubadari Carbon Capture Utilization - MD4 (TUCC-MD4) di PT Wasco Engineering Indonesia, Batam, Kepri (sumber: BP Batam)

Pantau - Badan Pengusahaan Batam mencatat ekspor Batam ke Amerika Serikat melonjak 30,71 persen pada Januari-Februari 2026 dengan nilai mencapai 860,32 juta dolar AS.

Pasar Utama Tumbuh Kuat

Amerika Serikat menjadi pasar terbesar bagi produk Batam pada awal tahun 2026 di tengah tren pertumbuhan permintaan global.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menyampaikan bahwa "Data awal 2026 menunjukkan pasar utama Batam masih tumbuh dan beberapa sektor industri tetap mencatat kinerja yang positif," ungkapnya saat menghadiri First Cut Steel Ceremony proyek Tangguh Ubadari Carbon Capture Utilization - MD4 di PT Wasco Engineering Indonesia, Batam.

Singapura menempati posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar 704,47 juta dolar AS atau naik 4,52 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

India berada di posisi ketiga dengan nilai ekspor 344,67 juta dolar AS setelah mencatat lonjakan signifikan sebesar 410,23 persen.

Ekspor ke Tiongkok juga meningkat 49,63 persen menjadi 265,55 juta dolar AS, sementara ekspor ke Jerman tumbuh 65,36 persen menjadi 44,90 juta dolar AS.

Fary Djemy Francis menyatakan bahwa "Kenaikan di pasar-pasar ini menegaskan bahwa basis ekspor Batam masih memiliki daya saing yang kuat, khususnya pada produk manufaktur yang berorientasi ekspor," ujarnya.

Penurunan Tidak Merata di Semua Sektor

Secara total, ekspor Batam pada Januari-Februari 2026 mencapai 3.107,47 juta dolar AS atau turun 3,67 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Penurunan tersebut tidak terjadi secara merata karena sejumlah sektor masih mencatat pertumbuhan yang signifikan.

Ekspor mesin dan peralatan listrik naik 24,75 persen menjadi 1.561,44 juta dolar AS.

Ekspor minyak dan lemak hewan atau nabati meningkat 44,77 persen menjadi 194,46 juta dolar AS.

Ekspor produk kimia tercatat naik 16,34 persen menjadi 167,74 juta dolar AS, sementara perangkat optik meningkat 40,27 persen menjadi 54,30 juta dolar AS.

Penurunan terbesar berasal dari sektor kapal yang anjlok dari 504,47 juta dolar AS menjadi 70,82 juta dolar AS.

Ekspor kakao atau coklat juga turun dari 151,12 juta dolar AS menjadi 59,89 juta dolar AS.

Produk besi dan baja olahan mengalami penurunan dari 251,28 juta dolar AS menjadi 177,38 juta dolar AS.

Total penurunan dari tiga sektor tersebut mencapai sekitar 598,78 juta dolar AS atau lebih besar dibanding total koreksi bersih ekspor Batam sebesar 118,38 juta dolar AS.

Data ini menunjukkan bahwa sektor lain di luar tiga sektor tersebut masih mengalami pertumbuhan dan mampu menahan penurunan ekspor secara keseluruhan.

Fary Djemy Francis menyatakan bahwa "Fokus kami adalah menjaga momentum pada sektor-sektor yang sedang menguat, sambil memberi perhatian pada sektor-sektor yang sedang terkoreksi," ujarnya.

Ia menilai pondasi ekspor Batam masih kuat yang ditopang oleh pasar utama yang stabil serta sektor manufaktur yang tetap ekspansif.

Penulis :
Leon Weldrick