HOME  ⁄  Ekonomi

BPH Migas Pastikan Pasokan Gas Bumi Jatim-Jateng Optimal, Dukung Transisi Energi Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPH Migas Pastikan Pasokan Gas Bumi Jatim-Jateng Optimal, Dukung Transisi Energi Nasional
Foto: (Sumber : Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengunjungi stasiun offtake dan receiving facility (fasilitas penerimaan) gas bumi di Bojonegoro, Jawa Timur. ANTARA/HO-Humas BPH Migas)

Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan gas bumi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah telah termanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan kestabilan produksi dan keandalan distribusi gas menjadi kunci terpenuhinya kebutuhan energi di wilayah tersebut.

"Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai tulang punggung transisi energi," katanya.

Pasokan dan Integrasi Hulu-Hilir

Wahyudi menjelaskan pasokan gas bumi di Jawa Timur berasal dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB), Banyu Urip, serta Blok Cepu yang dikelola PT Pertamina EP Cepu dan ExxonMobil Cepu Limited.

Total suplai gas bumi di wilayah tersebut mencapai 172 billion British thermal unit per day (BBTUD).

Ia menegaskan pentingnya integrasi sektor hulu dan hilir dalam menjamin ketersediaan serta distribusi energi nasional.

"Mengintegrasikan antara produksi gas bumi dari hulu serta pemanfaatannya di sektor hilir," ujarnya.

Tingkat Pemanfaatan dan Distribusi

BPH Migas mencatat realisasi penyaluran gas bumi di Jawa Timur mencapai 440,33 BBTUD hingga akhir 2025.

Gas tersebut disalurkan ke berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, pelanggan kecil, UMKM, hingga sektor komersial dan industri.

Menurut Wahyudi, tingginya angka tersebut menunjukkan optimalnya pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi domestik.

Penulis :
Aditya Yohan