
Pantau - Jumlah penumpang LRT Jabodebek tercatat turun sekitar 10 persen pada hari pertama penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara pada Jumat, 10 April 2026.
Penurunan Terjadi di Jam Sibuk
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyebut penurunan ini merupakan dampak langsung dari kebijakan WFH yang mengurangi mobilitas pekerja, khususnya pada jam sibuk.
Ia mengatakan, "Penurunan volume pengguna LRT Jabodebek ini merupakan dampak langsung dari kebijakan kerja WFH bagi ASN, khususnya pada jam sibuk."
Data menunjukkan jumlah pengguna pada Jumat mencapai 106.301 orang, turun dari 118.505 pengguna pada Kamis atau berkurang sekitar 12.204 penumpang.
Penurunan terbesar terjadi di sejumlah stasiun yang berada di kawasan perkantoran dan integrasi transportasi seperti Kuningan, Dukuh Atas, dan Rasuna Said.
Operasional Tetap Normal
Radhitya menjelaskan stasiun yang terdampak mayoritas berada di sekitar perkantoran pemerintah seperti Kuningan, Setiabudi, Cikoko, dan Pancoran.
Meski terjadi penurunan jumlah penumpang, KAI tetap mengoperasikan layanan LRT dengan pola hari kerja sebanyak 430 perjalanan.
Ia menegaskan, "KAI akan terus hadir mendukung mobilitas masyarakat, dan memastikan setiap perjalanan LRT Jabodebek mengedepankan aspek keselamatan serta kenyamanan bagi seluruh pengguna."
Seluruh fasilitas dan petugas tetap disiagakan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal di tengah perubahan pola kerja tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








