
Pantau - Ekonom menilai langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan kunjungan ke Rusia difokuskan untuk mengamankan pasokan minyak, sementara kerja sama dengan Prancis lebih diarahkan pada sektor pertahanan dan investasi energi.
"PLN dan Danantara diharapkan segera melakukan tindaklanjut investasi energi terbarukan karena relevan dengan kondisi krisis energi global," katanya di Jakarta, Kamis (16/04).
Risiko dan Peluang Kerja Sama Energi
Bhima menjelaskan kerja sama energi dengan Rusia perlu mempertimbangkan aspek kelayakan bisnis seperti biaya logistik, harga acuan, serta kesesuaian dengan kebutuhan kilang domestik.
Selain itu, perbandingan harga dengan negara pemasok lain seperti Azerbaijan dinilai penting untuk menjaga efisiensi.
Ia juga mengingatkan adanya potensi risiko retaliasi dan sanksi terkait komitmen Indonesia dalam skema agreement on reciprocal trade (ART).
Di sisi lain, kerja sama dengan Prancis dinilai berpotensi memperkuat transisi energi melalui implementasi Just Energy Transition Partnership (JETP).
Dorongan Investasi Energi Terbarukan
Bhima menilai Prancis memiliki keunggulan teknologi yang dapat dimanfaatkan Indonesia, seperti energi gelombang laut, panel surya berbasis smart grid, serta tenaga angin khususnya di wilayah timur Indonesia.
Ia mendorong PT PLN (Persero) dan Danantara untuk segera menindaklanjuti peluang investasi tersebut guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo membawa sejumlah kesepakatan strategis dari kunjungan ke Rusia dan Prancis.
"Tiba di tanah air, Presiden Prabowo membawa pulang oleh-oleh berbagai kesepakatan strategis," ujarnya.
Di Moskow, Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan membahas peningkatan kerja sama pasokan energi jangka panjang, termasuk minyak mentah dan LPG.
Sedangkan di Paris, Prabowo bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas kerja sama di bidang energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi jangka panjang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









