HOME  ⁄  Ekonomi

Pemprov Banten Tunda Pengadaan Mobil Listrik, Fokus Evaluasi Biaya 2.000 Kendaraan Dinas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemprov Banten Tunda Pengadaan Mobil Listrik, Fokus Evaluasi Biaya 2.000 Kendaraan Dinas
Foto: Gubernur Banten, Andra Soni, di Serang, Banten, Kamis 16/4/2026 (sumber: ANTARA/Desi Purnama Sari)

Pantau - Pemerintah Provinsi Banten menunda pengadaan kendaraan dinas berbasis listrik dan memilih mengevaluasi biaya perawatan sekitar dua ribu kendaraan konvensional sebagai dasar pengambilan keputusan ke depan.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana pengadaan mobil listrik untuk kendaraan dinas di lingkungan pemerintah provinsi.

"Sementara ini kita belum ada pengadaan terkait mobil listrik. Ini ada sekitar dua ribuan kendaraan dinas, yang di situ pasti memakan biaya perawatan dan sebagainya...,", kata Andra Soni.

Ia menegaskan pentingnya pemetaan biaya perawatan kendaraan yang ada sebelum memutuskan langkah transisi ke kendaraan listrik.

"Nah, ini harus kita petakan terlebih dahulu," ujar Andra Soni.

Evaluasi Anggaran dan Efisiensi Energi

Penundaan pengadaan kendaraan listrik dilakukan seiring kebijakan pengetatan anggaran serta upaya efisiensi energi di lingkungan pemerintahan.

Pemerintah provinsi memprioritaskan penggunaan anggaran untuk program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Sekretaris Daerah bersama jajaran organisasi perangkat daerah juga diminta menjalankan langkah-langkah penghematan anggaran secara menyeluruh.

Sebagai bagian dari efisiensi, Pemprov Banten menerapkan program carpooling bagi pejabat eselon II dengan sistem berangkat kerja bersama.

"Contoh di hari Jumat itu mereka ngantor bareng, khusus untuk Eselon II semacam bikin gerakan saling jemput. Kita nanti akan evaluasi dalam satu bulan ini seberapa besar penghematan energi nya," jelas Andra Soni.

Fokus Awal pada Armada Layanan Publik

Meski pengadaan kendaraan listrik ditunda, pemerintah tetap menilai transisi menuju kendaraan ramah lingkungan sebagai langkah yang tidak terhindarkan.

Kajian penggunaan kendaraan listrik akan diprioritaskan untuk armada layanan publik yang sudah berusia tua, seperti bus dan truk sampah.

"Terus kendaraan-kendaraan untuk kepentingan publik, kayak bus contohnya atau truk-truk sampah yang usianya sudah puluhan tahun, nah itu mungkin yang kita kaji (untuk diganti ke listrik)," tutur Andra Soni.

Secara pribadi, Andra Soni mengaku telah menggunakan mobil listrik dan merasakan efisiensi biaya operasional dibanding kendaraan konvensional.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik.

Menurutnya, perluasan infrastruktur SPKLU diperlukan agar waktu pengisian daya menjadi lebih cepat dan efisien.

Penulis :
Shila Glorya