
Pantau - TNI Angkatan Laut resmi memulai penggantian kendaraan operasional berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik guna meningkatkan efisiensi penggunaan BBM, yang ditandai dengan peresmian 20 bus listrik di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis, 16 April 2026.
Peresmian dan Tujuan Penggunaan Kendaraan Listrik
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Muhammad Ali menyatakan kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap ketersediaan bahan bakar minyak yang semakin terbatas.
Ia mengungkapkan, "Dengan penggunaan mobil listrik ini, maka kita tidak akan ketergantungan lagi pada keterbatasan BBM yang saat ini mungkin Bapak-Ibu tahu semua, permasalahan BBM ini sangat langka karena adanya perang di kawasan Timur Tengah,".
Bus listrik tersebut digunakan untuk mengangkut pegawai Mabes AL yang tinggal jauh dari lokasi kantor.
Operasional bus dilakukan dua kali sehari, yakni saat penjemputan prajurit dan saat mengantar pegawai kembali ke tempat tinggal.
Perluasan Kendaraan Listrik di Lingkungan TNI AL
Selain bus, kendaraan dinas untuk pejabat utama serta pejabat eselon II dan III juga telah dialihkan menjadi kendaraan listrik.
Ia menambahkan, "Tidak hanya bus, tapi juga mobil-mobil dinas para pejabat utama maupun pejabat eselon II dan eselon III dari anggota TNI Angkatan Laut,".
Jumlah kendaraan listrik untuk operasional prajurit disebut berpotensi terus bertambah sesuai kebutuhan ke depan.
Kebijakan ini diharapkan mampu membuat penggunaan BBM di lingkungan TNI AL menjadi lebih hemat dan efisien.
- Penulis :
- Arian Mesa








