HOME  ⁄  Nasional

Kunjungan KRI Canopus-936 di Cape Town Tegaskan Hubungan Historis Indonesia-Afrika Selatan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kunjungan KRI Canopus-936 di Cape Town Tegaskan Hubungan Historis Indonesia-Afrika Selatan
Foto: Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town, Afrika Selatan, Tudiono berfoto bersama di depan KRI Canopus-936 di Cape Town, Afrika Selatan, Rabu 16/4/2026 (sumber: KJRI Cape Town)

Pantau - Konsul Jenderal Republik Indonesia di Cape Town, Tudiono, menegaskan bahwa kedatangan kapal survei hidro-oseanografi terbaru milik TNI AL, KRI Canopus-936, di Cape Town mencerminkan hubungan erat antara Indonesia dan Afrika Selatan.

Ia mengungkapkan, "Kunjungan ini mencerminkan kedalaman hubungan historis antara Indonesia dan Afrika Selatan".

KRI Canopus-936 bersandar di Cape Town pada 13 hingga 16 April 2026 setelah berlayar dari Jerman dan sebelumnya singgah di Las Palmas serta Lagos.

Kapal tersebut selanjutnya akan melanjutkan perjalanan melalui Mauritius sebelum dijadwalkan tiba di Indonesia pada 8 Mei 2026.

Kunjungan ini menjadi momen langka karena hanya dua kapal perang Indonesia yang tercatat singgah di Cape Town dalam tiga dekade terakhir.

Simbol Hubungan Maritim dan Kerja Sama Global

Kehadiran KRI Canopus-936 menegaskan eksistensi Indonesia sebagai negara maritim modern yang berdaulat dan aktif membangun persahabatan global.

Dengan semangat "Jalesveva Jayamahe, Di Laut Kita Jaya", Indonesia menegaskan bahwa laut bukan sebagai pemisah, melainkan penghubung sejarah, ilmu pengetahuan, dan masa depan bersama.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau berdasarkan data Badan Informasi Geospasial hingga awal 2026 memiliki komitmen kuat dalam menjaga stabilitas dan kerja sama maritim internasional.

Indonesia juga dikenal sebagai pelopor konsep negara kepulauan yang diakui dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982.

Jejak Sejarah dan Makna Pelayaran

Pelayaran KRI Canopus-936 memiliki makna historis karena rutenya menghidupkan kembali jalur pelayaran berabad-abad lalu yang digunakan oleh VOC untuk menghubungkan Nusantara dan Eropa melalui Cape Town.

Sejarah tersebut berkaitan dengan kisah Syekh Yusuf Al-Makassari yang diasingkan ke Cape Town pada 1694 dan menyebarkan ajaran Islam serta meninggalkan warisan spiritual yang masih hidup dalam komunitas Muslim Cape Malay.

Syekh Yusuf Al-Makassari juga dikenal menginspirasi tokoh besar seperti Nelson Mandela sehingga menjadi simbol perjuangan dan kemanusiaan lintas generasi.

Penulis :
Arian Mesa