
Pantau - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menolak wacana pemberlakuan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz dan menegaskan pentingnya kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut.
“Tidak dapat diterima jika jalur laut seperti Selat Hormuz dikendalikan oleh negara tertentu dan dikenakan tarif. Hal ini tidak dapat diterima, dan kami akan menegaskan pemulihan penuh kebebasan navigasi di Selat Hormuz,” kata Wadephul dalam konferensi pers di Berlin, Rabu (15/4).
Ia menyatakan kebebasan transit di Selat Hormuz merupakan kepentingan global, tidak hanya bagi negara di kawasan Teluk Persia dan Asia, tetapi juga seluruh komunitas internasional.
Dampak Ketegangan dan Rencana Konferensi
Wadephul juga mengumumkan Kanselir Jerman Friedrich Merz akan bertolak ke Prancis pada Jumat untuk menghadiri konferensi terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan setelah Angkatan Laut Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran sejak Senin (13/4).
Selat Hormuz Jalur Vital Energi Dunia
Selat Hormuz diketahui menjadi jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) dunia.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kapal non-Iran masih dapat melintas tanpa membayar tarif kepada Teheran, meski pihak Iran disebut tengah membahas kemungkinan penerapan pungutan tersebut.
Situasi ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas pasokan energi dan keamanan jalur pelayaran internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








