
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat tipis sebesar 12,62 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.634,00 didorong sentimen musim pembagian dividen emiten.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga naik 1,55 poin atau 0,20 persen ke posisi 758,87.
IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama dan kedua meskipun kenaikan yang terjadi relatif terbatas.
Sentimen Dividen dan Sikap Wait and See
Analis Elandry Pratama mengungkapkan, "Penguatan tidak terlalu kuat dan cenderung terbatas. Secara teknikal, kenaikan lebih merupakan rebound setelah tekanan sebelumnya, ditambah sentimen musiman seperti pembagian dividen yang mulai berlangsung di bulan April. Karena itu, meskipun sempat menguat, IHSG akhirnya hanya ditutup naik tipis, mencerminkan bahwa tenaga beli belum cukup solid."
Ia menambahkan, "Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, sehingga ruang kenaikan IHSG menjadi terbatas."
Dalam jangka pendek, pelaku pasar disebut akan mencermati sentimen domestik terutama keputusan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 21-22 April 2026.
Elandry juga menyampaikan, "Secara keseluruhan, pasar saat ini berada dalam fase transisi, di mana kepercayaan investor belum sepenuhnya pulih."
Pengaruh Global dan Pergerakan Sektoral
Dari faktor global, meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut meningkatkan minat risiko investor terhadap aset berisiko termasuk pasar berkembang seperti Indonesia.
"Hal ini menciptakan dorongan awal bagi IHSG untuk bergerak di zona hijau," ujar Elandry.
Namun, kenaikan IHSG yang tipis menunjukkan investor masih berhati-hati, dengan investor asing belum melakukan akumulasi besar dan masih mencatatkan net sell dalam beberapa hari terakhir.
Sebaliknya, investor domestik lebih aktif menopang pasar sehingga IHSG tetap berada di zona positif.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat dengan sektor properti memimpin kenaikan sebesar 2,17 persen.
Sektor transportasi dan logistik naik 1,20 persen serta sektor teknologi menguat 0,84 persen.
Sementara itu, empat sektor melemah dengan sektor keuangan turun paling dalam sebesar 0,73 persen diikuti sektor kesehatan 0,71 persen dan sektor barang konsumen non primer 0,53 persen.
Saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain NIRO, DEFI, AGAR, GMTD, dan RISE.
Adapun saham yang mengalami penurunan terbesar yaitu AYLS, PSDN, BIKE, SMDM, dan WMUU.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.220.644 transaksi dengan volume 41,05 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp15,97 triliun.
Sebanyak 323 saham naik, 337 saham turun, dan 160 saham stagnan.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham ditutup melemah, di antaranya Indeks Nikkei turun 933,84 poin atau 1,57 persen ke 58.584,50, Indeks Shanghai turun 4,12 poin atau 0,10 persen ke 4.051,43, Indeks Hang Seng melemah 233,93 poin atau 0,89 persen ke 26.260,33, serta Indeks Strait Times turun 10,56 poin atau 0,21 persen ke 4.997,27.
- Penulis :
- Leon Weldrick








