
Pantau - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan bensin sawit atau biogasoline sebagai upaya memperkuat energi terbarukan dan kemandirian energi nasional.
Kolaborasi Riset dan Industri Energi
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dan Rektor ITS Bambang Pramujati di Surabaya pada Minggu (19/4), serta disaksikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Jatmiko menyatakan kolaborasi ini menjadi bagian transformasi perusahaan dalam memperkuat hilirisasi industri sawit.
Ia mengatakan, "Sinergi dengan ITS adalah langkah konkret PalmCo dalam mengintegrasikan riset teknologi ke dalam skala industri."
Kerja sama ini mencakup pengembangan energi terbarukan, pemanfaatan teknologi, hingga pembangunan ekosistem zero waste di lingkungan perkebunan.
Dorong Ketahanan Energi Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pengembangan bensin sawit perlu segera masuk tahap industrialisasi.
Ia mengatakan, "Kita mulai dari industri skala kecil dulu, kalau ini berhasil, langsung kita buka skala besar. Ini adalah langkah nyata menuju ketahanan energi nasional."
Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menekankan pentingnya hilirisasi riset agar dapat memberikan dampak nyata bagi industri.
Ia menyampaikan, "Kami mendorong agar hasil riset kampus memiliki dampak nyata."
Dari sisi teknis, tim peneliti ITS mengembangkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi konversi minyak sawit menjadi bahan bakar yang kompatibel dengan mesin kendaraan saat ini.
Kerja sama ini direncanakan berlangsung selama lima tahun dengan pendampingan dari ITS dan Kementerian Pertanian guna memastikan kesiapan produksi massal.
Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus memperkuat pengembangan energi bersih berbasis sumber daya domestik.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan








