
Pantau - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai peluang relokasi investasi ke Indonesia masih sangat kuat meskipun tekanan global meningkat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi rantai pasok dunia.
Dorongan Relokasi Menguat akibat Konflik Global
Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menyampaikan bahwa dinamika perang justru membuka peluang perpindahan investasi ke negara lain termasuk Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Dengan adanya perang ini terjadi juga banyak sekali peluang di mana yang selalu kita bilang adanya relokasi."
Tren relokasi investasi tersebut sebelumnya telah muncul sejak meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China yang mendorong perusahaan global mencari basis produksi alternatif.
Situasi di Timur Tengah kini semakin memperkuat dorongan tersebut karena pelaku usaha global berupaya mencari rantai pasok yang lebih stabil dan aman.
Anindya menjelaskan, "Relokasi ini sekarang sudah tambah lagi karena ingin mencari supply chain lain dari opsi yang Timur Tengah."
Gejolak di kawasan tersebut juga berdampak luas terhadap ekonomi global seperti kenaikan harga energi, gangguan pasokan, serta meningkatnya biaya produksi yang berpotensi memicu inflasi dan menekan permintaan.
Indonesia Perlu Siapkan Ekosistem dan Kebijakan Adaptif
Kadin menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik relokasi investasi apabila mampu menyediakan ekosistem yang siap digunakan oleh investor.
Anindya menekankan pentingnya konsep fasilitas investasi yang siap pakai agar pelaku usaha dapat langsung beroperasi tanpa hambatan awal.
Ia menyatakan, "Tempat yang istilahnya ready to use atau hit the ground running. Kalau Indonesia bisa memberikan hal tersebut, sudah pasti Indonesia punya sumber daya manusianya banyak. Tinggal bagaimana talentanya atau persiapannya."
Selain sumber daya manusia yang melimpah, Indonesia juga memiliki keunggulan sumber daya alam yang menjadi daya tarik tambahan bagi investor global.
Namun demikian, faktor kebijakan tetap menjadi penentu utama dalam meningkatkan daya saing investasi nasional melalui kemudahan perizinan, dukungan pembiayaan, dan regulasi yang adaptif.
Dalam jangka pendek, fleksibilitas sektor keuangan khususnya perbankan dinilai penting untuk menjaga stabilitas arus kas di tengah tekanan global.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Anindya menegaskan arah ekonomi Indonesia tetap positif dengan pengalaman menghadapi krisis sebelumnya yang menunjukkan kemampuan untuk bangkit dan tumbuh lebih kuat.
- Penulis :
- Shila Glorya








