HOME  ⁄  Ekonomi

Menaker Dorong Sertifikasi Ahli K3 untuk Perkuat Budaya Keselamatan di Industri

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menaker Dorong Sertifikasi Ahli K3 untuk Perkuat Budaya Keselamatan di Industri
Foto: (Sumber: Caption foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membuka kegiatan Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum tahap (batch) kedua di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (ANTARA/Aji Cakti))

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya pembinaan dan sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk meningkatkan budaya keselamatan di sektor industri.

Ribuan Peserta Ikuti Program Sertifikasi

Program pembinaan dan sertifikasi Ahli K3 Umum tahap kedua yang dibuka di Jakarta pada Rabu diikuti sekitar 2.100 peserta dari seluruh Indonesia.

"Semoga ini bisa mengakselerasi semangat untuk meningkatkan kesadaran terkait dengan budaya K3 dan praktek-praktek K3 di industri," ujarnya.

Yassierli menyebut pada tahap sebelumnya jumlah peserta mencapai angka yang sama, namun yang berhasil lulus sertifikasi sekitar 1.700 orang.

Program ini menjadi langkah konkret pemerintah untuk memperluas akses pekerja terhadap kompetensi K3 yang semakin dibutuhkan di dunia kerja.

K3 Dinilai Penting untuk Produktivitas dan Keselamatan

Menaker menilai keberadaan Ahli K3 kini tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama di tengah tingginya risiko kecelakaan kerja.

Ia menekankan penguatan kompetensi K3 tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha.

Yassierli juga mengapresiasi Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang mendukung program ini dengan menggratiskan pembinaan bagi peserta.

Pemerintah berkomitmen membuka akses lebih luas terhadap pelatihan dan sertifikasi K3 agar menjangkau lebih banyak tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Penulis :
Aditya Yohan