HOME  ⁄  Nasional

DPR Soroti Ketimpangan Lulusan Perguruan Tinggi dan Kebutuhan Industri, Desak Penyesuaian Kurikulum

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR Soroti Ketimpangan Lulusan Perguruan Tinggi dan Kebutuhan Industri, Desak Penyesuaian Kurikulum
Foto: (Sumber: Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Farhan/Alma)

Pantau - Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat menegaskan perlunya langkah cepat untuk mengatasi ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja di Indonesia, Rabu (29/4).

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan serius di tengah perubahan cepat di berbagai sektor yang menuntut kompetensi tenaga kerja yang relevan.

"Upaya untuk mengakhiri ketidaksesuaian antara kebutuhan pasar kerja dan kualitas lulusan perguruan tinggi tidak bisa ditunda lagi, di tengah perubahan yang terjadi di sejumlah sektor," ujarnya.

Tingginya Pengangguran Lulusan Sarjana

Data Kementerian Ketenagakerjaan yang merujuk Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,01 juta orang merupakan lulusan perguruan tinggi yang belum terserap di dunia kerja.

Lestari menilai angka tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

Dorong Kolaborasi Kampus dan Industri

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja.

Menurutnya, perkembangan teknologi global yang pesat turut memengaruhi kebutuhan tenaga kerja sehingga sistem pendidikan harus mampu beradaptasi.

"Dibutuhkan dukungan semua pihak terkait dalam membangun sistem pendidikan yang mampu melahirkan lulusan perguruan tinggi yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan dunia usaha," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga berencana mengkaji ulang program studi agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Lestari menilai langkah tersebut harus diiringi upaya berkelanjutan agar mampu menekan angka pengangguran dan mendukung pembangunan nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf