
Pantau - Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai usulan pemindahan gerbong khusus wanita pada KRL Commuter Line pascainsiden kecelakaan di Bekasi Timur bukan langkah yang tepat untuk meningkatkan keselamatan penumpang.
Usulan Dinilai Tidak Menyentuh Akar Masalah
Deddy menyampaikan bahwa keselamatan penumpang tidak boleh dibedakan berdasarkan jenis kelamin karena setiap nyawa memiliki nilai yang sama.
"Sama saja, nyawa laki-laki atau perempuan semua mahal. Justru lebih eksklusif bila KKW (kereta khusus wanita) diletakkan di ujung-ujung, seperti di Jepang," ungkapnya.
Ia menegaskan diperlukan langkah strategis yang lebih menyeluruh dalam membenahi sistem keselamatan perkeretaapian nasional, terutama setelah kecelakaan yang terjadi pada 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur.
Menurutnya, meskipun Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 telah menempatkan keselamatan sebagai prioritas, implementasi di lapangan masih belum sepenuhnya memenuhi standar fail-safe system.
Dorong Perbaikan Sistem dan Teknologi
Deddy mengungkapkan kecelakaan tersebut menunjukkan kerentanan pada jalur padat dengan pola mixed traffic antara KRL dan kereta jarak jauh serta lemahnya pengendalian perjalanan kereta.
Ia mendorong percepatan pembangunan jalur double-double track di lintas Bekasi-Cikarang guna memisahkan jalur KRL dan kereta antarkota.
Selain itu, ia menekankan pentingnya audit sistem Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat untuk memastikan pengawasan lalu lintas berjalan efektif.
Dari sisi teknologi, penerapan sistem seperti Automatic Train Protection, European Train Control System, dan Communications-Based Train Control dinilai krusial untuk meningkatkan keselamatan.
Ia juga menyoroti perlunya penguatan faktor manusia melalui manajemen kelelahan masinis, pelatihan darurat, serta budaya kerja yang mengutamakan keselamatan.
Deddy menambahkan penerapan Railway Safety Management System secara menyeluruh penting agar sistem keselamatan bersifat preventif dan berbasis manajemen risiko.
Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat menjadi dasar perbaikan untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.
- Penulis :
- Aditya Yohan







