Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Wali Kota London Singgung Penggunaan Bahasa Para Politisi Picu Kerusuhan Sayap Kanan

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Wali Kota London Singgung Penggunaan Bahasa Para Politisi Picu Kerusuhan Sayap Kanan
Foto: Wali Kota London, Sadiq Khan. (Getty)

Pantau - Bahasa yang digunakan para politisi di Inggris memicu kekerasan sayap kanan yang belakangan ini melanda negara tersebut, menurut Wali Kota London Sadiq Khan.

“Saya khawatir ketika politisi arus utama menggunakan kata-kata seperti, dalam tanda kutip, 'invasi' ketika berbicara tentang migran, ketika mereka menggunakan kata-kata seperti 'ini adalah negara Islam' atau kata-kata seperti 'London dikelola oleh Islamis', yang merupakan sesuatu yang dikatakan oleh seorang politisi senior dari Partai Konservatif,” ungkapnya dalam sebuah wawancara eksklusif kepada Anadolu, Kamis (15/8/2024).

“Hal itu mengarah pada dehumanisasi terhadap Muslim, dehumanisasi terhadap pencari suaka, pengungsi, dan migran. Mereka tidak menganggap kami manusia, mereka menganggap kami bukan manusia,” sambung Khan yang lahir dari keluarga Inggris-Pakistan.

Baca juga: Polisi Inggris Bekuk 483 Demonstran Ekstrem Kanan

“Itulah mengapa saya pikir para politisi memiliki tanggung jawab untuk menggunakan bahasa dengan hati-hati, karena konsekuensinya adalah umat Islam merasa takut," lanjutnya.

Khan menyinggung soal tindakan terhadap kelompok sayap kanan di London, sederet langkah yang bisa diambil untuk mengekang kebencian dan kekerasan di media sosial, hingga dampak penggunaan diksi oleh para politisi terhadap tindakan ekstremis sayap kanan.

"Setelah penikaman Juni 2024 di Southport, Inggris, yang merenggut nyawa tiga anak dan secara keliru dituduhkan kepada pencari suaka Muslim, para ekstremis sayap kanan menyasar umat Islam dan orang-orang kulit berwarna," ujar Khan.

Baca juga: Aktivis Anti-rasisme Inggris Balas Demonstrasi Sayap Kanan

Setelah kemarahan dipicu oleh klaim online yang salah tentang serangan tersebut, kata Khan, orang-orang “menyerang sebuah masjid, mereka mencoba untuk menyerang masjid-masjid lain.

"Kami tahu bahwa orang-orang telah dihentikan di dalam mobil dan ditargetkan untuk melihat apakah mereka Muslim. Kami tahu bahwa sebuah asrama untuk pencari suaka dibakar." ungkapnya.

Sumber: Anadolu

Penulis :
Khalied Malvino