Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Tiga Aktivis Tanpa Busana Dekati Iring-iringan Presiden AS di Paris

Oleh Noor Pratiwi
SHARE   :

Tiga Aktivis Tanpa Busana Dekati Iring-iringan Presiden AS di Paris

Pantau.com - Tiga aktivis Femen ditangkap aparat kepolisian Prancis setalah melakukan aksi tanpa busana dengan membawa spanduk bertuliskan "selamat datang penjahat perang" di Arc de Triomphe, Paris pada Sabtu (10 November 2018).

Dua aktivis dari gerakan Femen ditahan setalah keduanya mencoba mendekati iring-iringan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepanjang Champs Elysees di Paris di tengah acara yang memperingati 100 tahun Perang Dunia I, seperti dilansir Sputnik, Senin (12/11/2018).

Para pengunjuk rasa datang dalam beberapa jarak dari iring-iringan dan berteriak tak lama setelah media lokal Prancis melaporkan sekitar 2.000 petugas polisi telah dikerahkan untuk memastikan keamanan di perayaan Champs Elysee.

Insiden tersebut hanya berselang tiga hari setelah sebelumnya, tiga aktivis Femen melakukan aksi yang sama di Arc de Triomphe dalam protes penjahat perang.

Baca juga: Staf Google Lakukan 'WO' Terkait Kasus Pelecehan Seksual

WWI pada lamannya, aktivis tersebut melakukan protes tanpa busana dengan tulisan "fake protestants/real dictators" tertulis di dada mereka.

Para pemimpin dunia tiba di Arc de Triomphe untuk upacara resmi memperingati akhir dari gencatan senjata selama Perang Dunia I.

Femen merupakan kelompok feminis terkenal dengan melalukan aksi tanpa busana di seluruh dunia.

Baca juga: Ibu Muda Seksi Ini Berjuang Hadapi Protes Terkait Aksi Menyusui di Depan Umum

Penulis :
Noor Pratiwi