Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Hamas Konsultasikan Proposal Gencatan Senjata Baru, Trump Desak Kesepakatan Demi Gaza

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Hamas Konsultasikan Proposal Gencatan Senjata Baru, Trump Desak Kesepakatan Demi Gaza
Foto: Hamas Konsultasikan Proposal Gencatan Senjata Baru, Trump Desak Kesepakatan Demi Gaza(Sumber: Foto oleh Rizek Abdeljawad/Xinhua)

Pantau - Hamas menyatakan tengah melakukan konsultasi internal untuk merespons proposal gencatan senjata terbaru di Gaza yang diajukan oleh para mediator internasional.

Pernyataan Hamas menyebut mereka bertindak dengan rasa tanggung jawab tinggi dalam menanggapi usulan yang bertujuan menghentikan agresi Israel, menarik pasukan pendudukan, dan membuka akses bantuan kemanusiaan darurat ke wilayah Gaza.

Upaya intensif sedang dilakukan oleh para mediator untuk menjembatani perbedaan posisi antara Hamas dan Israel serta memulai kembali putaran negosiasi serius.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa Israel telah menyetujui syarat gencatan senjata selama 60 hari dan mendesak Hamas untuk menerima kesepakatan tersebut.

"Saya harap, demi kebaikan Timur Tengah, Hamas menerima kesepakatan ini, karena situasinya tidak akan membaik, ITU HANYA AKAN SEMAKIN BURUK," ujar Trump.

Sebelumnya, Hamas dan Israel telah mengikuti sejumlah putaran negosiasi tidak langsung, namun belum berhasil mencapai kesepakatan final.

Hamas menuntut penghentian penuh agresi militer Israel, sementara Israel hanya menyetujui gencatan senjata bersifat sementara.

Israel melanjutkan kembali serangan militernya sejak 18 Maret 2025 setelah menghentikan gencatan senjata dua bulan sebelumnya.

Sejak saat itu, 6.454 warga Palestina dilaporkan tewas dan 22.551 lainnya mengalami luka-luka.

Dengan demikian, total korban sejak meletusnya konflik pada Oktober 2023 telah mencapai 57.012 orang tewas dan 134.592 luka-luka, menurut data dari otoritas kesehatan Gaza.

Penulis :
Aditya Yohan