
Pantau - Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negaranya bersedia mencapai kesepakatan terkait program nuklir melalui jalur perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS), meskipun menolak perundingan langsung.
Pernyataan ini disampaikan Araghchi dalam wawancara eksklusif dengan saluran berita Al Jazeera Qatar yang dirilis pada Sabtu, 1 November 2025.
"Kami tidak ingin melakukan perundingan langsung dengan Washington, tetapi kami dapat mencapai kesepakatan melalui perundingan tidak langsung," ungkapnya.
Iran Tegaskan Nuklir untuk Tujuan Damai, Pengayaan Uranium Tak Akan Dihentikan
Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa program nuklir Iran sepenuhnya untuk tujuan damai dan pengayaan uranium akan terus berlanjut tanpa kompromi.
"Apa yang tidak dapat dicapai melalui perang tidak dapat dicapai melalui politik," ujarnya.
Iran saat ini memiliki cadangan uranium yang telah diperkaya hingga tingkat 60 persen sebanyak 400 kilogram.
Uranium tersebut disimpan di bawah reruntuhan fasilitas nuklir yang rusak akibat serangan udara dan belum dipindahkan ke lokasi lain.
"Kami mengalami kerugian besar di fasilitas nuklir kami, baik dari segi struktur maupun peralatan, tetapi teknologi kami tetap utuh," kata Araghchi.
Ketegangan Meningkat Usai Serangan terhadap Fasilitas Nuklir
Araghchi menyebut bahwa fasilitas nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan mengalami kerusakan serius akibat serangan bom yang dilancarkan AS pada 22 Juni 2025.
Iran dan AS sebelumnya telah melakukan lima putaran perundingan tidak langsung yang membahas program nuklir Teheran dan potensi pencabutan sanksi oleh AS.
Namun, perundingan tersebut terhenti setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke beberapa wilayah di Iran pada Juni lalu, yang juga melibatkan pasukan AS.
Dalam beberapa bulan terakhir, AS terus mendesak Iran agar menghentikan aktivitas pengayaan uranium dan membatasi program rudalnya.
Iran secara tegas menolak tuntutan tersebut, dengan menyatakan bahwa kedua isu tersebut tidak dapat dinegosiasikan dalam kondisi apa pun.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti








